Love of my life

When I was young, I have had a dream to be career woman. And now when that dream coming true. I was lost... Sometime I wanna here...in their hug. My little family. My cute kids...and my lovely husband.
Keluarga.kecilku, semoga bahagia senantiasa menaungi kebersamaan kami. Amin YRA

Menyapa Kembali

Ini nih si biang kerok-nya
Menyapa kembali di penghujung tahun...ah gadget baru sialan itu membuat saya semakin malas menulis. Semakin malas membaca. Semakin unproduktif. Stagnan. Menjadi orang yang tidak asyik...tidak menyenangkan setidaknya bagi diri sendiri. Buktinya? Saya kerap gelisah dengan kebodohan dan kemalasan sendiri. He..he...

Baiklah saya akui..saya adalah emak2 telat gaul yang sedang keranjingan maen game. Game-nya pun gak tanggung-tanggung TETRIS. Stop! don't laugh me...seperti itulah kenyataannya. Balas dendam? Bisa saja. Ketika jaman game itu lagi popular. Itu hanya mimpi di siang bolong di dunia kanak-kanak saya. Tak ada game, tak ada entertain. Selain karena alasan klasik "ekonomi". Juga karena Bapak yang "kolot" hanya mengenal kata 'belajar' di pikirannya.

Saya ingin sekali menghukum diri, tapi tak tahu caranya. Selain semakin tenggelam kedalam pusaran game, yang makin kesini membuat suami pun gerah...heheheh...saya pun mulai rebutan tablet,phablet sama anak-anak. Semakin seruuu dunia digital mengintimidasi keluarga kecil kami. Sayang sekali, saya masih produk lama yang sama sekali susah untuk diajak berkomitmen apalagi konsisten. Saya selalu menyalahkan si Libra. Rasi yang menaungi kelahiran saya. Untuk orang plin plan seperti saya butuh kekuatan super hero  untuk membuat saya terlempar keluar dari pusaran kemalasan ini.

Renungan malam

Terkadang terbangun tiba2 di hening malam, meski tidur tanpa mimpi. Alarm tubuh menyala tanpa perencanaan sebelumnya. Bangun dr tidak ada menjadi ada, ingatan lalu berkumpul, siapakah aku ini, dan untuk apa aku di sini. Lalu mata menangkap wajah orang terkasih yang tidur dengan dengkuran halusnya. Dan nafas2 kecil di sampingnya. Yah, aku berada di antara kebahagian tak terkira, merekalah...alasan paling tepat untuk terus bahagia menjalani hidup.
Maafkan aku, Tuhan...jika dalam kealpaanku, aku kerap lupa dan tak pandai berterima kasih atas jutaan rahmat-Mu. Terkadang aku begitu sombong dan menjadi lupa, sementara yg seharusnya memiliki kesombongan itu hanya diri-Mu. Pemilik hidup dan segala yang kupunya. Maafkan atas segala keluhku, rasa kurang bersyukurku. Ah, mungkin jika Kau sahabatku, mungkin Kau lelah, kau bosan dengan maafku dan keluhku. Tapi karena Kau adalah Rabb-ku.  Kau menampung semua rengekan, rujukan dan segala pengaduanku,tanpa lelah Terima kasih, yah Rabb.