Waterkingdom or Waterbomm*?


H+3 Lebaran, dan belum kemana-mana. Ternyata bosan juga di rumah. Lebih tepatnya bosan menghadapi kerjaan rumah yang tidak selesai-selesai juga. Setelah sebelumnya membatalkan rencana liburan ke Lembang Bandung dan ke Puncak, dengan alasan klise “Tidak sanggup dengan kemacetan yang mengular”. Akhirnya, hari  ini mencoba peruntungan di luar rumah, mudah-mudahan tidak macet, mudah-mudahan tidak terlalu ramai, dan mudah-mudahan yang lain yang sepanjang jalan dikomat kamitkan.

Ada dino di pintu masuk
Pilihan kami (saya sih tepatnya) jatuh di...Water Kingdom Mekarsari.  Konon ini yang terbesar, kita buktikan secara tidak ada kecap nomor dua. Liat penampakannya di website sepertinya bagus. Dan dari pertimbangan jarak, tidak begitu jauh, meski water boom lippo cikarang masih juaranya dari segi jarak --dari rumah--hehehe. Cuma karena ke Lippo Cikarang udah sering banget jadi pengen ganti suasana, Take a risk. Lebih lama jarak tempuhnya dan lagi-lagi hanya mengandalkan GPS. Dari rumah di Bekasi cukup masuk Tol Kalimalang (JOR).Nanti keluarnya di Tol Cibubur. Susuri jalan trans yogi sampai ke Taman Buah Mekarsari...eh jangan berhenti disitu dulu, tujuannya ke Waterkingdom bukan di taman buahnya, jaraknya kurang lebih 500 m dari TBM. Biar gak bayar dua kali *pengalaman. Tapi kalau niatnya mau ke kedua tempat itu sih...silahkan.

Map Water Kingdom

Lanjut...
Perjalanan memang agak tersendat begitu keluar pintu tol cibubur, tapi masih bergeraklah, setelah menempuh perjalanan kurang lebih sejam (normalnya 45 menit), Sampailah di gerbang Water kingdom, duh langsung lemes liat lautan manusia, mau mundur, sudah terlanjur sampai disini. Kasihan juga anak-anak yang sudah semangat 45 dari rumah. Karena si ayah sudah nyetir kecapean, biar si ibu yang ngantri ticket. Antrinya panjangggggg dan lama....iT’s okay, saya bisa sabar selama itu tertib, tapi beberapa yang berhasil nyelonong itu bikin keselll. Setelah sejam (juga) 7 tiket sudah di tangan. Kali ini dapat disc. 30 % dengan nunjukin member card matahari. Alhamdulillah...#sambil ngelap keringat yang ngucur deras#sungguh penuh perjuangan.
Sudah terduga sebelumnya, di dalam lebih rame. Oh ya kesini gak boleh bawa makanan dr luar (rules ini sepertinya berlaku di hampir semua wahana-wahana air), snack sih di bolehkan. Tapi berhasil juga nyelipin burasa’ku. Heheheh

Hikks...airnya kotor, udah gak dapat cabana—semacam bungalow-- pula(kesiangan sih). Airnya bener2 bikin illfil, meski wahananya memang seru-seru dan jauh lebih banyak jika di bandingkan waterboom favorit keluarga kami (lippo cikarang), pengen nyewa ban aja susah, kehabisan melulu  meski sudah antri, gak bisa deh maen seluncuran ‘usus’ itu yang sepertiya lebih tinggi dan menegangkan, ah next time lah...puas-puasin aja di kolam arus, yang airnya agak lumayan bersih di banding di kiddy pool or toodler pool yang banyak sampahnya.

Makanan gimana? Cukup banyak varian tapi lagi-lagi ngantri, apa mungkin karena peak season? Buat beli fried chicken aja lamanya minta ampun, sampai si ayah yang ngantri jadi bete. Kalau di waterboomlippo cikarang, soal makanan sangat dimanjakan, dijajakan keliling. Hampir setiap menit ada saja yang menawarkan. Tidak perlu antri, tidak perlu meninggalkan tempat. Saya jadi lebih membanding-bandingkan karena saya memang mencoba cheat ke tempat ini, mencoba tidak setia pada yang lama demi suasana baru.Halahhh
Ingat daging yang nyemplung di soto daging seperti itulah perumpamaan lautan manusia, apalagi jika sirene arus sudah di bunyikan, semuanya menuju ke wave pool, kita yang udah ngebook tempat ternyaman, harus melipir kalau gak mau ‘ditabrak’ daging lainnya.

Kamar ganti..becek. airnya kurang, jadi malas mandi karena antri lama, numpang ganti baju saja baru ciaooo pulang.

So...setelah puas-puasin diri di ‘hanya’ wave pool kami pulang dengan membawa pengalaman yang seru, keletihan dan masuk angin. Komplit...

Akanlah mengulang lagi di sini? Entahlah..tapi dr segi kenyamanan saya masih suka dengan Wateboom Lippo Cikarang. Kenapa:

  • Lebih teduh, banyak pohon2 tempat bernaung, tanpa cabana juga okey
  • Disiapkan alas/tikar yang pasti free (tapi masa gak ngasih tip sama petugasnya? Terlalu ah kalau nggak)
  • Makanan selalu siap diantarkan oleh penjaja keliling
  • Makanannya enak, dan tidak begitu mahal
  • Kualitas airnya bagus (tidak kotor), setiap saat ada petugas kebersihan yang membersihkan sampah dedaunan di air 
Tips:
Sebelum mengunjungi WaterKingdom, visit web resminya di sini, biasanya ada promo-promo tertentu, lumayan bisa sampai 35%. Mereka juga bekerjasama dengan Lakupon, rajin browsing aja deh...
Oh yah,  HTM untuk hari biasa (Senin-Jumat) : Rp.60.000, dan weekend dan hari libur nasional Rp.95.000

Itu ceritaku hari ini....apa ceritamu?

*I mean waterboom lippo cikarang




Lupakan Waterboom, mari ke Bantimurung

Terakhir kesini, 20 tahun yang lalu...
Keinginan kesini begitu menggebu-gebu. Wahana permainan air sudah menjamur dimana-mana dengan konsep water boom atau waterpark dengan sentuhan modernitas yang tinggi, tapi yang ini masih tak terkalahkan. Siapa pula yang mampu menandingi jika yang meng create dan mendisainnya langsung adalah sang Maha? Subhanallah sungguh indah ciptaan-Nya
Patung monyet ini paling sering di jadikan tempat narsis pengunjung
Adanya di pintu masuk...
Untuk sampai di sini,  kita  menempuh jarak selama ± 60 menit (cat; tanpa macet) karena sebenarnya jaraknya cukup dekat, Kawasan wisata bantimurung ini berjarak ± 42 Km dari Kota Makassar atau berjarak ± 21 Km dari Bandar Udara Internasional Hasanuddin. Air terjun bantimurung adalah salah satu potensi wisata yang terdapat didalam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yang berada dalam wilayah Kab. Maros. Kita akan disambut dengan tebing-tebing karst yang tinggi, greeny view, sejuknya udara, dan gemericik air yang tumpah...wuzzz...lupakan waterboom, saatnya kita menikmati cara alam memanjakan kita.
byuuurrrr....dinginnn and sejuukk

Tentang potensi alam, dan keanekaragaman hayati yang bernaung di dalamnya, cukup tanya om google, terlalu banyak literasi tentang potensi kawasan wisata ini. Saya cuma mau menceritakan betapa asyiknya nyebur di bawah air terjun yang besar dan landai ini.

Pijat air gratis.Harus pegangan kencang-kencang ntar kebawa arus
(special untuk orang bertubuh tipis kayak saya hehehe)

Begitu masuk di kawasan air terjun ini kita disambut dengan monyet ngangkang di pintu gerbang, konon monyet (kera) itu punya kisah, kenapa harus monyet yang ngangkang disitu bukan jenis binatang apapun itu. Cerita dongeng klasiknya saya intip disini. Karena saya punya kisah sendiri yang ingin saya bagi juga. Kenapa Bantimurung ini cukup berkesan selain karena kecantikannya? Karena disini ada kisah  seorang siswi yang  baru akan melepas seragam putih biru-nya dilamar guru bidang studi, yang ternyata menaruh hati padanya, dan karena si siswi menolak, gurunya ngambek dan seperti enggan berpapasan dengannya lagi...heheheh. 
Ini soulmateku:-).

Lanjut...
Bukan hanya saya, anak-anak pun bersemangat di ajak kesini, nanggung sebenarnya, kami berangkat  jam 2 siang, namun karena macet,  nyampainya 1,5 jam kemudian. Mandi-nya 2 jam-an saja, karena langit mulai gelap dan dinginnya air sudah membuat bibir kami membiru. Ada untungnya juga sih, pengunjung sudah mulai beranjak meninggalkan pemandian, kami baru datang. Jadi lumayan sepi, padahal beberapa jam sebelumnya pasti sangat padat mengingat besoknya adalah puasa pertama dan seperti pada umumnya tempat-tempat wisata seperti ini akan dibanjiri pengunjung. Kamipun menyudahi perjalanan singkat ini. Lelah dan puas, anak-anakpun memilih tidur di mobil, sementara kami menyiapkan diri menghadapi macet panjang menuju pulang kembali ke Makassar...hufft... (27 Juni 2014)

I BELIEVE I CAN FLY AROUND THE WORD WITH YOU, AIR ASIA



Bunga sakura yang mekar ditengah teduh hujan, sejuknyaa...


Berburu tiket murah hingga gratis adalah hobi baru begitu membuka laptop dan mendapatkan koneksi internet. Bisa mendapatkan tiket murah itu rasanya wow sekali, mungkin gambarannya seperti anak kecil yang mendapatkan permen lollipop kesukaannya. Baca seri buku the naked traveler, dan buku-buku traveling lainnya asli membuat iri. Pengen memiliki langkah yang panjang-panjang seperti mereka. Sang traveler. 

Bekerja sebagai PNS di sebuah instansi pemerintah sebenarnya memberikan kesempatan untuk menjelajah Indonesia. Namun karena on duty, sangat miskin pengalaman explore wilayah Indonesia. Perjalanan hanya dilakukan antara hotel ke hotel, bukan menjelajahi daerah tujuan sampai ke lubang-lubang semut seperti mbak Trinity. Setiap ada kesempatan mengunjungi beberapa daerah di Indonesia, selalu membuat senewen. Bagaimana tidak, kaki sudah menjejak di bumi  namun kesempatan keluar menjelajah hampir tidak pernah ada. Palingan hanya ke toko oleh-oleh, makan kuliner setempat, dan pulang. Keterbatasan waktu juga sangat mengikat, paling lama tiga hari. Sungguh menyesakkan hati sebenarnya.
Hanami-an...senangnya punya kesempatan ini...
Sampai suatu waktu iseng buka website Air Asia, promo-nya sudah ada dimana-mana. Sekalian ingin membuktikan murahnya. Iseng memasukkan tujuan Jepang, dan takjub dengan angka-angka yang terpapar di situ. Deretan digitnya sedikit, membuat mupeng ingin langsung issued. Saya belum booking tapi mimpi saya sudah sampai di Jepang. Mungkinkah impian jalan-jalan ke Nippon melihat Sakura season terwujud? Dicatat: Jika itu terwujud, impian itu akan menjadi perjalanan Luar Negeri pertama saya *sigh*. Memang paspor saya yang akan expired dua tahun lagi itu baru tercap kantor imigrasi Singapore. Itupun diperoleh ketika kabur lari ke Singapura begitu ada kesempatan dinas ke Batam. Duh kasihan sekali yah..hehee
 
Tokyo Tower
Memang butuh kenekatan khusus, akhirnya dengan mata tertutup, sambil menarik napas panjang penuh harapan saya meng- issued perjalanan ke Jepang. Sekalian ngajak the sister dan mama. Jujur, ini akan menjadi pengalaman pertama terbang dengan Air Asia. Sebelumnya saya sempat mendengar nada miring naek low cost carrier (LCC) itu sungguh menderita, harus berebutan kursi seperti naek kopaja, harus siap lahir bathin kalau tiba-tiba delay bahkan dicancel sepihak dari maskapainya. Sungguh ini pertarungan batin alias harap-harap cemas. Jika perjalanan pertama ini gagal, maka buyarlah mimpi saya untuk around the word ala backpacker. But, akhirnya kekhawatiran itu sama sekali tidak terbukti. 

Tanggal 26 Maret 2014 saya akan mengingatnya dengan sangat baik, bagaimana proses booking hingga issued tiket yang sangat mudah. Membaca pengalaman passanger Air Asia yang saya intip dengan kenyang di blog-blog mereka. Saya pun memesan makanan via online. Nasi lemak sepertinya sangat mengugah selera. Tidak lupa menambah bagasi pulang, siapa tahu nanti sanggup bela-beli di sana dan kopernya beranak pinak. Keputusan ini, salah satu poin yang paling kami syukuri nantinya, bagaimana tidak. Terbukti mesen via online jauh lebih murah. 
with mom and sisters...

Kami memilih 10 hari di Jepang. Destinasi Kansai (Osaka). Tiket sudah di tangan, langkah pertama sudah dimulai. Saatnya berurusan dengan Kedubes Jepang, mengurus visa. Sulitkah? Setiap hari searching mencari info. Dan karena ini perjalanan pertama yang jujur saja minim budget jadilah kunjungan kali ini bukan wisatawan tapi kunjungan teman, butuh invitation dan kelengkapan dokumen teman yang nanti kediamannya akan jadi ‘hotel’ kami selama 10 hari di Jepang. Wuihhh…. Rasanya tak sabar menunggu waktu. Sejak issued tiket hingga hari keberangkatan, kaki rasanya tak menjejak bumi lagi. Tapi sudah sampai di Jepang. Setelah 2x bolak-balik mengurus kelengkapan visa. Akhirnya visa pertama saya keluar. Tanpa kedip dipandang-pandangi, dipeluk-peluk #edisi lebay hehehe. Stiker visa itu, tampak mencolok di paspor bersih saya alias paspor minim cap imigrasi heheheh. Langkah kedua terlewati. Visa di tangan. Selanjutnya mengurus ijin cuti dari kantor. Tanpa kendala akhirnya ijin dari pak Boss keluar juga. Senangnyaa….langkah ketiga juga terlewati.
Sampai sejauh ini semua lancar-lancar jaya. Tidak ada kesulitan yang berarti. Saatnya menyiapkan perlengkapan yang harus dibawa. Bagaimanapun, perjalanan pertama ini penuh rasa deg-degan, dan rasa yang tak mampu digambarkan, tapi karena kami berempat rasa itu bisa dibagi bersama. 
dunia mimpi...Disneyland Tokyo

Itenerary sudah tersusun jelas, kami membeli JR Pass, kami menyiapkan diri sesiap mungkin memuaskan jalan-jalan ke Jepang. Homestay kami di Kobe. Dari sana kami akan ke Nagoya mengunjungi the another friend, yang sudah menyiapkan flatnya yang sempit untuk kami sesaki, lalu lanjut ke Tokyo. Disana selain ke Tokyo Tower yang murmer  kami  juga harus memilih ke Disney Sea atau Disneyland. Salah satunya saja selain waktu, tentu budget sangat dipertimbangkan. Akhirnya atas saran tuan rumah selama di Tokyo kami memilih ke Disneyland. Namun karena tidak sanggup dengan antrian yang panjang (sudah terbiasa dengan budaya nyerobot haha). Kami  harus puas  dengan foto-foto dan menyaksikan polah remaja di sana. Dari  Tokyo mampir ke Kyoto, dan jauh jauh ke Kyoto  hanya untuk foto bareng Raffi Ahmad dan Nagita #gossip hihi. Terakhir,  kami ke Hiroshima dan explore Osaka. Di Osaka kami menemukan toko bawah tanah yang jual kimono bekas…tapi tetap mahal. Gak sanggup beli baru karena mahal. Harganya bisa sampai ratusan jeti rupiahhh..Duh!
 
Kimono bekas ini 'cuma' 3 juta sekian rupiah..hehehe
Air Asia memberiku kesempatan pertama menginjakkan kaki di LN! Memberiku kesempatan menghirup udara Jepang dan wangi bunga Sakuranya, itu yang pertama.  Sungguh pengalaman pertama ini menggelitik jiwa travellingku. Rasanyanya setiap saat inginnya kabur dari rutinitas menjemukan dan ingin berada di belahan dunia lain. Sungguh profesi Mbak trinity itu bikin superduper iri. Air asia harus bertanggungjawab! Rajin-rajinlah promo apalagi yang destinasi ke LN yah, pengen ada cap imigrasi lagi di paspor bersihku. Heheheh. 

Siapa bilang naek Low Cost  Carrier itu tidak nyaman. Sangat nyaman…malah, transit di KL dan dilanjutkan dengan pesawat airbus. 8 jam perjalanan tidak terasa…insomnia saya hilang karena saya bisa tidur dengan sangat nyaman di pesawat. Satu lagi, karena tidak membawa ringgit, sangat boleh kok membeli makanan/minuman dengan rupiah. Kurang baik apa coba air asia-nya? Perjalanan pulang pergi via air asia adalah perjalanan menyenangkan yang tak terlupakan, dan saya mau-dan mau lagi naik air asia. Dengan Air Asia mimpi jadi nyata..dan saatnya menyusun mimpi-mimpi baru menjelajah dunia. Semoga aku menang…dan bisa semakin melebarkan langkahku. Oh Nepal…pengennya kesana. Air Asia tetap jadi LCC yang ramah di kantong yah…aku masih punya banyak mimpi nih. Bantu aku mewujudkannya. Terbang bersamamu…melintasi benua, menjejakkan kaki di bumi Allah yang indah. Pengalaman ini sungguh berharga. Saya tidak akan pernah bisa melupakannya. Langkah pertamaku bersamamu, Air Asia…