Day 4 #Bangkok. Madame Tussaud, Chatucak Weekend Market...

Kolase
Day 4
Setelah bermandi terik di Pattaya, hari ini kami akan mengunjungi para pesohor yang diabadikan dengan patung lilin di  Madame Tussaud Bangkok. Museum Madame Tussaud  berada di lantai 6 Siam Discovery Mall. Kami harus berangkat pagi-pagi ke Tussaud karena tiket yang kami beli adalah tiket “Early Bird” yang dipesan via online. Pesan via online bisa dapat diskon hingga 40% loh, hanya saja  kita harus datang  sebelum jam 12 siang. Hotel kami kebetulan dekat dengan Discovery Mall. Jalan kaki mungkin  kurang dari 10 menit sudah sampai di sana.


Patung lilin para pesohor bukan hanya dari kalangan artis tapi juga figur tokoh sejarah, pemimpin dunia, artis, atlet, aktor-aktris, musisi, dan tokoh-tokoh TV.  Sebelumnya, dari lantai satu di both Madame Tussaud sudah ada Kate Winslet yang bergaun merah cantik menyambut kita, di lantai 6 si ganteng Leonardo Dicarprio sudah berdiri gagah di depan pembelian tiket hanya saja kok kurang mirip yah:-). Jadi jika merasa cukup hanya perlu bertemu dengan mereka berdua tidak perlu membeli tiket. Oh ya, yang paling berkesan untuk orang Indonesia tentunya adalah Bapak Proklamator, Bung Karno. Patungnya yang gagah adalah figur pemimpin yang akan kita temui begitu kita masuk setelah figur pemimpun tuan rumah. Soekarno dengan jas putih kebanggaannya terlihat begitu gagah. Yang menarik lainnya tentu saja patung Barrack dan Michele Obama yang settingnya dibikin persis ruang kerja White House.


Bagusnya kita tidak perlu terburu-buru untuk mengamati seluruh isi museum karena tidak ada batasan waktu berapa lama pengunjung boleh berada di dalam dan properti yang disiapkan untuk berfoto sesuai karakter figur sudah lengkap. Figur MJ misalnya sudah ada topi dan mic dan kamu bisa bergaya dengan gaya moonwalknya..


Beberapa patung memang tampak sempurna mendekati aslinya seperti Britney Spears, Lady Di, Mahatma Gandi memang mirip banget -menurut saya sih-, namun tidak sedikit yang membuat kita harus menebak-nebak ini siapa sih seperti Madonna dan Julia Roberts :-). Disini, anda bisa berpose dengan piala Oscar. Di souvenir shop nya juga disiapkan jika mau dibawa pulang tentu setelah ditukar dengan 350 baht.



Karena lapar, kami menuju food court dan mendapati gerai makanan kebab turkey. Sepertinya lumayan bisa mengganjal perut yang keroncongan. Namun sistem belinya yang ribet mesti pake kartu seperti pada umumnya foodhall di sini. Membuat kami maju mundur karena enggan repot karena ribet. Setelah muter-muter akhirnya jatuhnya kembali ke kebab itu.

Perut kenyang sudah, jumpa para pesohor saatnya menghabiskan baht di chatucak weekend market. Kalap belanja...dan nyesel setengah mati sudah belanja sebelumnya di toko souvenir yang di rekomnedasikan oleh bapak pilot yang entah gadungan entah apa. Cerita pilot itu ada disini. Harga superduper murah. bisa setengah harga dari toko souvenir dimanapun. Hikks..sakitnya tuh disini.
Bandara Don Mueang International Airport


Puas belanja, saatnya pulang packing. Besok pagi kami harus meninggalkan Bangkok dan berpisah dengan teman-teman baru kami. Juga rombongan dokter yang mau banget direpotkan sama kami. Serunya di Bangkok, apalagi bisa bertemu dengan teman baru dan teman kantor Indri yang sudah setahun diperbantukan di SEAFDEC. Thanks Indri sama oleh-oleh mangga Bangkoknya yang enak  dan buah delima merahnya yang ketinggalan :-(. Semoga berkesempatan kesana lagi, pengen ke Phuket.



Day 3 #Bangkok. " Dari Mini Siam, Pattaya Beach di tutup dengan Alcazar Show yang Spektakuler"


Day 3...
Hari ini bangun dengan bersemangat. Tujuan hari ini adalah ke Pattaya. Rasanya kalau tanpa nebeng mungkin agak berat kesana, selain sepanjang hari Bangkok selalu diliputi mendung, kekhawatiran akan turun hujan. Butuh waktu yang panjang untuk bisa sampai kesana. Kami seperti tim hore diantara rombongan dokter-dokter yang cantik dan professor yang baik hati.Kami berangkat jam 10an dan seperti dugaan kami sebelumnya hujan turun sedemikian derasnya di sebagian perjalanan kami. Waktu dhuhur pun sampai namun perjalanan masih jauh . Karena kami masih harus bertemu dengan macet. Meski bukan weekend, namun ada perbaikan jalan yang membuat kami harus antri sekian  kilometer.  Sementara perut mulai bernyanyi, menuntut hak untuk dipenuhi.
Interior mesjid

Ditengah perjalanan kami bertemu mesjid. Seperti fatamorgana rasanya melihat mesjid megah berwarna biru berdiri tegak. Kami memutuskan mampir dan takjub dengan arsitekturnya. Kami juga bangga mendapati terjemahan kitab suci dalam bahasa keriting:-), bahagia menemukan saudara seiman disini, meski hanya menyapa dengan salam. Nikmat...
Depan Mesjid Hidayatullah
Sayang sekali, kami tidak menemukan halal food di dekat mesjid. Memang ada restoran dan warung namun semuanya tutup. Mereka tutup setiap hari Jumat. Sampai lupa jika hari ini adalah hari Jumat:-).

Kami melanjutkan perjalanan. Alhamdulillah perjalanan lancar jaya sampai akhirnya kami tiba di Mini Siam. Mini Siam mengingatkan pada TMII, Jika di TMII kita bisa keliling Indonesia dalam sekejap, di Mini Siam ini kita bisa keliling dunia. Melihat miniatur Menara Eiffel sampai Candi Prambanan.


Mini Siam

Rasa lapar kami terjawab sudah begitu melihat resto fastfood  Mc Donald di depan pintu masuk Mini Siam.
Siang lagi terik-teriknya begitu kami masuk ke dalamnya. Namun kebutuhan untuk 'keliling dunia' sambil mengabadikannya jauh lebih penting. Hehehe...sekalian nge-tag tempat pengen kemana saja. Pengennya sih pergi ke...semuanya -mimpi boleh kan- Semoga impian keliling dunia bisa terwujud sebelum aku menutup mata. Aamiien
Ditengah terik, kami sampai jumpalitan untuk mengambil view terbaik, bagaimana mengabadikan si mini-mini ini menjadi seolah-olah real. Sayang sekali beberapa miniatur memang terlalu mini seperti candi prambanan yang sulit untuk di manipulasi seolah si candi lebih besar dari objek manusianya. Untuk dapat momen dan hasil photo terbaik, sekedar saran bawalah fotografer atau setidaknya teman yang mahir take pic, bukan asal 'klik' seperti saya. Karena jelas, butuh teknik tersendiri untuk bisa mengambil gambar seolah-olah photo di take dr sumbernya :-)

Menu andalan di Mc D.

Lanjut...ke Pattaya kita. Finally sampai juga di kota pantai yang terkenal dengan wisata malamnya itu. Suasananya sih gak begitu beda dengan Kuta di Bali,keramaiannya dan banyaknya bule yang hilir mudik, yang membedakan mungkin banyaknya lady boy yang susah dibedakan dengan perempuan, bahkan beberapa bahkan jauh lebih 'peremuan' dari perempuan pada umumnya.  Kenyataan yang sungguh menyakitkan sebenarnya -sambil memandang iri tubuh seksi mereka-

Me and Sister

Sepanjang jalan  berjajar kafe, bar dan klub malam yang hingar bingar. Dentuman suara musik, kepulan asap rokok,  minuman keras dan lady boy / lady beneran? bercampur dengan keramaian pelancong yang lalu lalang. Meskipun cenderung liar, namun pengunjung tetap terjaga keamanannya.  Hari sudah menjelang sore ketika itu, kehidupan liar malam mulai disiapkan, perempuan atau entah mirip perempuan berdandan menor, mulai mendatangi klub klub malam.

Pemandangan dari View point

Jangan lupa untuk melihat Pattaya dari View Point di Ketinggian karena pemandangan yang disuguhkan sungguh memanjakan mata,  hamparan garis pantai plus gugusan hijau pepohonan dan siluet gedung-gedung bertingkat di sisi lainnya. Kapal-kapal yang sibuk di teluknya.  Jam 4 sore waktu itu langit lagi cerah-cerahnya, dan matahari lagi panas-panasnya. tanpa sunglasses mungkin susah untuk sekedar memicingkan mata. Birunya langit bertemu dengan birunya laut di garis horizon. Tidak ada kata yang bisa mewakili kecuali indah...


Karena sebentar lagi pertunjukan cabaret show yang dimainkan oleh para lady boy akan dimulai. Kami akhirnya meninggalkan view point tersebut meski sangat ingin menghabiskan waktu disana. Oh ya  sebenarnya ada dua pertunjukan kabaret terkenal di kota ini yaitu Alcazar dan Tiffany’s. Keduanya berada di Pattaya Second Road. Masing-masing pertunjukan mereka disajikan dengan memukau, kami memilih untuk menyaksikan Alcazar show. Konon Alcazar show lebih lucu dan heboh. Pertunjukan spektakuler dari para lady boy ini berlangsung kurang lebuh 1,5 jam. Tak lepas rasanya mata memandang keindahan gerak, kecantikan dan kemolekan tubuh mereka, dan juga -kasihan sebenarnya- meski mereka mungkin harus menahan sakit di bedah pisau operasi berkali-kali tapi mereka boleh bangga...hasilnya sungguh maksimal. Mereka cantik sempurna. Mungkin impian para lady boy di seluruh dunia adalah seperti lady boy di sana. Mereka memiliki kelas dan telah disiapkan panggung untuk berekspresi dan mempertunjukkan kemampuan mereka.




Selepas pertunjukan, biasanya kita dapat berfoto dengan mereka yang tentu saja masih lengkap dengan kostum super seksi dan super heboh cukup dengan membayar sejumlah uang kecil. Ah kalau mereka sudah turun panggung tak jauh beda rasanya dengan bencong dipinggir jalan. Jatuh kelas karena nagih unag receh untuk bisa foto bareng. Hilang deh image 'putri' cantik yang spektakuler di panggung broadway hehehe.

Mengingat perjalanan yang cukup jauh, sehabis pertunjukan kami memilih pulang. Setelah mampir makan Tom Yum terenak di dunia di sebuah resto pinggir laut. Karena kelelahan dan di tambah hujan deras kami tertidur di mobil yang melaju kencang. Sungguh hari yang melelahkan dan mengenyangkan.






Day 2 #Bangkok. Erawan Shrine, MBK, Asiatique yang romantis





Hari ini kami mengukur jalan mencoba merasakan denyut kota Bangkok, Start dari Big C kami menuju The Erawan Shrine (Thai: ศาลพระพรหม, San Phra Phrom) Letaknya di perempatan Ratchadamri Road dan Rama 1 Road, setelah sebelumnya melihat map, itulah jarak terdekat dr tempat kami menginap, Tentang Erawan Shrine bisa dilihat disini. Disini, kami disambut wangi dupa...dan penari-penari Thailand. Asyiknya...meski tempatnya memang sempit dan selalu rame. Masuk kesini free...(nggak nyangka bahwa tahun 2016 tempat ini di bom dan memakan korban)

The Erawan  Shrine


Jajan street food...enakk

Menikmati petualangan ini tidak terasa melelahkan meski harus berjalan kaki jauh mungkin karena rasa penasaran yang tinggi terhadap apa-apa yang kami temui di sepanjang jalan termasuk street food, oh yah kudu nyicipin rujak khas Thailand. Bumbunya bukan hanya garam cabe, tapi aneka rasa yang hanya lidah yang bisa mengungkapkan.

Mr 'Right'? Yakin...
Cocol-cocol enak


Disesatkan sama Mr Right ke sini..
Tuk-tuk...
Dari toko souvenir, dengan menumpang bajaj dari Erawan Shrine kami melanjutkan langkah kaki menuju Lumphini Park. Menyusuri jalan  Rama I. Setelah melangkah cukup jauh sampailah kami di Lumphini park. Namun kami tidak masuk ke dalam masih terlalu pagi lagi dibersihkan. Dan kami bertemu bapak yang mengenalkan diri sebagai pilot dan mengatakan bahwa banyak drugger di dalam dan menyarankan kami untuk ke toko souvenir. Awalnya, kami menganggap dia bagaikan malaikat, secara kami berempat cewek cewek. Tapi belakangan saya mulai 'ngeh' terhadap modus yang mungkin mengenai kami. Orang-orang seperti Bapak Pilot ini sudah menunggui tempat-tempat yang akan dikunjungi turis untuk mengarahkan ke toko souvenir yang mengatakan daerah tujuan tersebut sedang dalam perbaikan, di tutup dll. Yah sudahlah, lagian kami juga free utk mau atau tidak membeli. Nyatanya di sana kami menemukan barang-barang lucu yang harganya lebih mahal. Hikks.

Selanjutnya kami menuju ke MBK (Mahboonkrong) setelah terlebih dahulu menyimpan barang-barang belanjaan kami. Di MBK kami sudah janji temu dengan rombongan dokter-dokter peserta seminar, apalagi kalau gak mau nebeng jalan-jalan gratis dengan fasilitas mobil kedutaan heheh. Di MBK belanja lagi...pashmina dan t-shirt buat oleh-oleh dan memang sangat murah. Gak sampai sejam muter-muter di MBK dan karena hari menuju petang, kami harus bersegera karena planning berikutnya adalah ke ASIATIQUE River Side.
River Side at Asiatique

Asiatique mengingatkan aku pada Kobe, suasananya hampir mirip seolah olah dejavu. Kalau di Kobe ada kapal pesiar "Concerto" yang parkir, disini jauh lebih rame dan sibuk dengan lalulintas kapal motor yang membawa turis. Semakin menjelang senja suasana semakin romantis. Beberapa pasang muda mudi dan pasangan yang mungkin lagi honeymoon tampak tak malu mengumbar keromantisan mereka. Ah..andai kamu disini:-).

Setelah menikmati Pizza dan Penne di salah satu resto di Asiatique kami pulang ke hotel, menyiapkan stamina karena besok rencana akan ke Pattaya yang memakan waktu kurang lebih 3 jam dari Bangkok. Wah rasanya gak sabar menunggu esok. Selamat malam...

Mekhong Wheel dr jauh

Kawasan Asiatique yang romantis
Dinner romantis tapi rame-rame hehehe

Foto Bareng full team

I lock my heart to you dear..

Mekhong