[Januari 2017] PERJUANGAN MEMPERPANJANG PASPOR


Kanim I Jakpus 
Cerita ini agak drama sih…tapi yah kenyataannya seperti itu. Pasporku udah expired dr November kemaren. Terakhir di pake ke Hongkong, sekitar bulan May 2016 lalu, itupun udah di warning sama pihak imigrasi pas check in di bandara. Segera ganti paspor! Paspor anda 6 bulan lagi expired
Maunya sih segera ganti dan pengennya langsung yang e paspor. Biar kalau ada kesempatan kedua ke Jepang, gak usah urus visa lagi. Makanya menunda nanti-nanti aja selain itu mengurus e-paspor itu gak bisa registrasi online,  harus walk in. Jadi tambah menunda-nundalah memasukkan aplikasi. Membayangkan antrian yang panjang, harus datang lebih pagi bahkan kalau bisa sebelum subuh, harus ditungguin seharian udah bikin malas duluan tapi alasan utamanya sih karena belum ada rencana pengen pakai paspor . Belum nemu tiket murah hahhahah
Menunda-nunda sesuatu itu tidak baik. Pasti nantinya akan disesali.  Menunda pekerjaan, akan numpuk dibelakang, menunda menyatakan cinta…gebetan diambil orang. Heheheh
Intinya jangan menunda, nanti nyeselnya kayak saya, Desember kemaren dapat tiket murah dr maskapai kesayangan Garuda Indonesia. Redemption poin gff 90%. Singkat cerita dapatlah tiket murah dan mimpi membawa anak2 ke Legoland sepertinya bener-bener udah di depan mata.
Tiket udah ditangan namun paspor udah expired.  Tanggal 6 Januari mencoba peruntungan ke Kanim Jakarta Pusat.  Tapi belum juga turun dr gojek. Pengumuman yang ditulis tangan “ANTRIAN HABIS” di atas kertas A4 yang terpasang sekenanya di pagar kanim menyambut . Nanya-nanya petugas, kalau sistem mereka lagi error, jangankan e-paspor.  Paspor biasa juga mengalami keterlambatan untuk waktu yg tidak bisa ditentukan. Panic attack!
Melupakan rencana membuat e-paspor, yg penting ada paspor, biar rencana jalan-jalan bisa terwujud. Sedihnya tiket hotel legoland dah di booking dengan harga sedikit lebih murah dr harga di Web nya sendiri. Coba cek paspor suami. Oalah ternyata udah expired juga bulan ini….makin panik deh.
Antrian parah di Kanim Bekasi


Selasa, 10 Januari 2017 jam 05.30 udah antri di kanim II Bekasi.  Sepagi itu antrian sudah mengular.  Setelah mengantri dengan sabar… Pas jam 10 di depan pagar. Antrian ditutup. Hikks….udah pegel berdiri, nahan lapar dan haus, gak masuk kantor (tukin dipotong) konsekuensi yang harus saya bayar hari itu. 
Esoknya saya kembali ke Kanim I Jakpus yang di Jl. Merpati. Mencoba lebih pagi. Namun tetap sama…tidak dapat antrian.  Oh iya saya lupa mengabarkan bahwa saya gagal daftar online karena sistemnya yg error itu. Tapi melihat orang2 yang daftar online bisa masuk saya jadi penasaran kenapa mereka bisa mengakses pra permohonan online dan saya tidak? Sepulang dr sana saya mencoba mencari tahu. Alhamdulillah di grup backpacker yang orangnya baik-baik itu ngasih tahu. Coba via Internet Explorer, dan itu berhasil saudara…saudara #jingkrak-jingkrak.
Jadilah aku disini sepagi ini tapi dengan perasaan tenang karena sudah pasti bisa masuk di kanim jakpus, tidak seperti di Bekasi minggu lalu, dah antri gagal dapat nomor antrian pula.  Kenapa  ke Kanim ini, karena paling dekat dengan Kantor. Finally, dapat no.antrian 024. Lalu nomor antrian 021 untuk wawancara dan foto. Terhitung cepat.  Karena saya perginya jam 7.30 dan dapat antrian foto jam 10.
Antrian foto dapat urutan ke 21
Mudah-mudahan bisa jadi setelah 5 hari kerja. Bismillah aja tiket gak usah di cancel. Tinggal balik kemari lagi Senin besok nganterin suami yang jadwalnya berbeda. Si ayah ini paling malas disuruh antri. Bisa-bisa minta pakai calo. Eh emang masih ada? Hehehhe… Masihlah….ditengah kepanikan sempat pula ada yang nawarin. Tapi harganya 3x lipat…ogah!
Note : 
Paspor biasa: 355 ribu harga gak masuk akal via calo bisa diminta 1-1,5juta…

No comments