Day 1, Yeaayyy Korea!! Namsan Tower and Shopping Till Drop At Myeondong Shopping Center

Day 1


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam, finally touch down Incheon International airport, South Korea. Karena perjalanan kali ini cuma kami berdua yang notabene masih kurang pengalaman ngebolang di negeri yang cukup jauh yang menjadikan bahasa lokal mereka menjadi bahasa ibu mereka, saya harus mengenyangkan diri dengan menyerap info sebanyak-banyaknya termasuk kepoin seperti apa penampakan bandara Incheon yang konon besar dan luass banget itu, malam sebelum keberangkatan saya sempatkan diri 'sampai' di Incheon melalui vlog seseorang, dan yah…saya agak sedikit terbantu karena akhirnya punya gambaran seperti apa bandara yang akan saya jejaki nantinya.

Butuh waktu 30 menit utk dapat parkiran
Rasa lelah karena tak pernah bisa tidur nyenyak di pesawat  kebiasaan buruk yang harus segera dicari solusinya agak terlupakan dengan rasa excited untuk menjelajah seoul. Begitu keluar dari perut pesawat GA 870, kami mengikuti arus kemana para penumpang itu menuju, kami lalu bergegas berusaha menjadi yang terdepan. Karena tidak ingin terjebak dalam antrian imigrasi yang panjang seperti yang dialami omma dan eonni sehari sebelumnya. 

Hari itu Jumat sekitar pukul 09.30 sesuai schedule kami mendarat, karena menggunakan garbarata kami belum tahu seperti apa cuaca di luar sana. Oh ya, kami cukup lama mengantri untuk dapat  parkiran, ternyata hal serupa gak cuma terjadi di Soetta namun bandara sebesar Incheon pun harus kebingungan mengatur parkiran pesawat yang hilir mudik di sana. Hal pertama yang harus kami lakukan adalah mengambil wifi router yang sudah  dipesan online, lumayan murah dapatnya dengan hanya membayar 22,750 won atau Rp272.182 rupiah bisa dipakai 5 hari dan bisa share ke maksimal 4 orang teman, info penyewaan router ini kami dapatkan via website KTO,  namun sebelumnya dalam antrian imigrasi yang panjang kami sempat berkenalan dengan seorang perempuan muda yang sedang nekat solo traveling untuk pertama kalinya ke LN, ke Korea dan sendiri pula. Luar biasa, karena saya pribadi belum punya nyali sebesar itu dan pastinya gak bakal dapat exit permitnya hehehe, jadi ingat waktu ngebolang ke Bangkok dan kami ketemu teman baru juga, yang akhirnya menjadi teman jalan selama di Bangkok. Kami pun sempat menemaninya bercakap, mengantarnya mencari money changer dan memutuskan berpisah karena jalur kami berbeda, dia menuju Gangnam sementara kami menuju Myeondong.
Alhamdulillah Arrived, Siap-siap mengeksplore Seoul
Setelah mendapatkan Wifi Router kami lalu mencari counter T-money, kartu multifungsi yang wajib dimilikii selama berada di Korea karena bisa dipakai buat bayar belanjaan di supermarket, bayar transportasi dll, dan karena dari semula kami berniat  untuk naik limousine bus dari bandara ke penginapan kami di Myeondong  (kami menginap di Grand Fields Residence), kami pun langsung mengisi saldo 50.000 won yang nantinya akan terpotong 13.000 won untuk bayar limousine bus (tarif sebenarnya 15.000 won dapat potongan karena menggunakan T-Money), awalnya sempat ingin menggunakan AREX cuma dari tanya sana sini, baca review, dll rasanya tak memungkinkan geret-geret koper berat (berisi rangsum dan oleh2) naik turun tangga subway. Karena tidak semua subway di sana ada eskalator atau lift (lift disana digunakan khusus untuk lansia, dan yang berkebutuhan khsuus), dan tentunya saya tidak mau merusak hari pertama saya di sana hanya kelelahan yang harus ditebus dengan tidur panjang. Ah, saya flashpacker yang masih mengutamakan kenyamanan, dan nyaman tidak selalu berarti mewah, kan...kan!

Counter T-Money
Singkat cerita, kami keluar  di gate 4 untuk naik limousine bus no. 6015 yang destinasi akhirnya adalah stasiun Myeondong exit 8. Begitu keluar bandara sambil nunggu bus, kami lalu membongkar backpack kami, mengenakan coat dan jacket karena angin dan cuaca yang cukup dingin, saya lupa berapa derajat persisnya suhu ketika itu, namun sebagai perempuan tropis yang lahir di Indonesia bagian tengah, cuaca 10-15 derajat sudah cukup bikin menggigil, yang ujung-ujungnya bisa membuat meriang. Sambil nunggu bis sekalian melototin jadwal bus,  interval waktu kedatangan bus satu dan bus berikutnya antara 8-12 menit. Kami pun menyempatkan mengobrol sama petugas yang nantinya akan membantu mengangkat koper kami untuk diletakkan di bagasi bawah setelah sebelumnya diberikan number tag (alhamdulillah yah mengingat koper saya lumayan berat, dan ahjussi itu mau bantu angkatin. Cukup dibayar dengan...gamsamnidaa). Informasi tentang jadwal dan rute-rute limousine bus ini bisa di dapat di sini.


Limousine Bus yang sangat nyaman kami naik 6015
Perjalanan ke Myeondong di tempuh kurang lebih satu jam (tergantung kondisi traffic). Sepanjang jalan mata saya tak berkedip, masih kurang percaya bisa berada disana. Sambil menatap Cherry Blossom yang mulai berguguran di sepanjang jalan. Satu yang saya kagumi, sebelum berangkat, driver akan berkeliling di dalam bus dan memastikan semuanya memakai seat belt. Saya belum pernah nemu beginian, naik bus wajib pake sabuk pengaman, udah illfeel wah jangan-jangan ahjussinya siap ngebut. Ternyata tidak. Mendekati kota Seoul, tiba-tiba hujan turun dan makin menderas, hati kecil kami berharap semoga mereda di persinggahan terakhir, sayangnya malah makin menderas saja, ketika driver berteriak Myeondong...Myeondong Station, hujan pun bagai dimuntahkan dari langit. Untungnya kami bawa payung, meski cuma satu tapi cukuplah daripada tidak sama sekali. Kami turun dan mulai disergap dingin, payung sudah dikembangkan tinggal menunggu lampu merah berganti hijau dan siap menyeberang (disini, saya sukaaa sekali menyeberang, entah kenapa. Mungkin karena kebanyakan nonton film korea, dimana scene menyeberang jalan ini ada dibeberapa drakor favorit saya, sebut saja She Was Pretty), sesuai petunjuk setelah menyeberang sekitar 100 meter ke kanan begitu menemukan restoran MC.D, belok ke kiri, susuri jalan hingga menemukan Grand Field Residence. Gak bakal lupa moment hujan-hujan tersebut sambil geret koper berat di area yang lumayan menanjak, serasa hampir semaput deh. Jauh nanjaknya sodara-sodara. Mana roda troleybag ku agak sedikit bermasalah, jadi makin berat nariknya. Begitu nyampe di hotel langsung tepar lanjut makan siang yang sudah disiapkan omma. Excited dengan kamarnya, yang nantinya akan saya ceritakan berbeda.
wajah segar setelah menabung energi (baca-tidur) 


Karena kami menginap di GFR tidak perlu kebawah, cukup ngantri di st.2

Round Trip 8500 adults 

di depan gembok cinta

Di depan Gembok Cinta dengan background Namsan Tower
Selesai makan, langsung tidur untuk menabung energi. Mengingat di luar masih hujan dan dingin jadi tidak kondusif menyeret hayati yang lelah ini. Karenanya kami langsung tertidur, tidur berjamaan yang sangat lelap. Terbangun menjelang sore untuk menyelesaikan agenda hari ini yaitu ke Namsan Tower dan berakhir di Myeondong Shopping Centre. Hari pertama ini rasanya gempor banget , hotel kami lumayan dekat dengan Namsan Cable Car. Hanya perlu berjalan dikit tapi nanjak yang bikin ngos-ngosan. Lagian baru penyesuaian…gak biasa jalan kaki jauh hahaha. Supply vitamin dan obat anti lelah juga akhirnya. 

Itinerary Hari 1
  • Namsan Cable Car
  • Namsan Park
  • Namsan Tower
  • Shoppping till drop at Myeondong


Foto-foto  Day 1
Basah habis hujan, salah satu sudut yang saya sukai

My mom and eonni




Mama yang punya ide take pic seperti ini...biar NTowernya keliatan kata beliau :-)

Beli tiket ke observatory deck, tiket 21.000 won udah dapat minuman cola 4 dan pop corn 2 gede banget, gak sanggup kami habisin berempat

gak bisa duduk di bangku 'patah' ini. Basah selepas hujan


seoul dari atas namsan park

banyak bahasa cinta disini, dituliskan lewat media apapun, termasuk casing hp

Icon Namsan Tower? 

Dua ember pop corn gak habis, 4 gelas besar soft drink, lumayan bikin kembung

Namsan Tower di malam hari


Note:
Sempatkan ke toilet di observatory deck Namsan Tower, rasakan sensasi p*pis di ketinggian, dengan pemandangan kota seoul yang indah dari kaca lebar, hati2 aja ada yang ngeker dari jauh....hahahaha. Disini toiletnya tanpa bidet, jadi bawa botol sendiri kalau kamu seperti kami yang belum nyaman p*pis hanya dengan menggunakan tissue.


4 comments

  1. Saya milih pake Arex krn pengen nyoba aja hahaha.. Stasionnya cuma sepelemparan wedges ke guesthouse. Seru juga sih, ketemu 'tangga jahannam' hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sempat mempertimbangkan kak, apalagi kan lebih murah hehehe, sempat galau sebelum keluar. Cuma hasil tanya-tanya dapat info soal 'tangga jahanam' itu. Akhirnya memilih limousine bus. Cukup mudah, gak perlu memperhatikan pengumuman. karena memang myeondong menjadi halte terakhir. tapi saya salut sama kita, soalnya pulangnya juga naek AREX kan yah.Kebayang geret2 kopernya yang sudah membengkak sama masker. Kapan itu, saya ketemu serombongan gadis2 hijabers juga, lagi susah payah geret koper, eh ada bule cakep yang bantuin... xixixi beruntung dapat malaikat penolong

      Delete
  2. Wahhh seruuu bgt mba jalan-jalannya! Jalan-jalan ke Korea Selatan masih di dalam bucket list aku :D Pengen kulineran disana kaya drakor "Let's eat"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yukk mbak bareng aku...aku masih mau kesana lagi

      Delete