Day 3, Pulau Winter Sonata, Nami Island


Day 3

Hari ini rute kami adalah ke Nami island. Karena jauh, ke Nami island membutuhkan waktu sehari. Niatnya mau ke morning calm dan petite france juga, meski ujung-ujungnya cuma jadi ke Nami island aja. Ahjumma yang lain pada malas ke sananya, malas mikirin nanjaknya di Petite France dan jalan jauhnya di Morning Calm. Yah sudahlah...Lagian memaksakan diri juga gak ada bagusnya, takutnya berakhir seperti semalam. Tepar..


Dalam kereta menuju Nami Island
Menuju ke Nami Island agak sedikit membingungkan karena harus ganti line berkali-kali, dari beberapa review dan hasil blogwalking semuanya tidak memberikan penjelasan yang cukup clear.  Nami island itu lumayan jauh bo, 63 km dari Kota Seoul dan sudah masuk di wilayah Provinsi Gwangwon-do.

Jangan lewatkan cerita seru lainnya disini yah:
Day 1: Namsan Tower and Shopping Till Drop At Myeondong Shopping Center
Day 2: Keliling Palace dan Hanbok gratisan...
Day 4: Buchon Hanok Village, Namsangol Hanok Village, Cafe Cat Myeondong
Hanbok Gratisan di Korea, Mau??
Day 4: SM Entertainment, Itaewon Mosque, and Enjoying night at Banpo Bridge

Ada kisah tersendiri bahwa kami sempat terpisah di stasiun Dongdaemon History &Culture Park karena salah info ketika omma dan oenni  naek elevator yang kalau di subway Korea di tujukan hanya kepada penumpang prioritas, yaitu lansia atau pengguna kursi roda,  dan kami yang muda2 senang merasa muda hahahha naek tangga, malu hatilah kalau nekat naik elevator, mau dipelototin orang-orang semetro? Dan please jangan dianggap remeh naik turun tangga di sini karena di beberapa stasiun subway tidak disediakan eskalator dan tangganya tinggi-tinggi. Nah kami sempat terpisah karena beda line infonya, untung megang map subway, kalau gak bisa nangis darah #lebay. 

Berikut rute kami ke Nami Island:

Stasiun Sangbong
  1. Dari Myeondong St. naik line 4 menuju ke Chungmuro St dan berhenti di Dongdaemon history&culture park st. 
  2. Pindah Line 2 arah Cheonggu St menuju Wangsimi St. 
  3. Lalu change ke Jungang line menuju Sangbong st.
  4. Dari Sangbong change to gyeongchun line menuju Gapyeong st. 
  5. Dari Gapyeong st. Naek taksi ke Gapyeong Wharf. Sekitar 4000w lalu beli tiket fery include pass masuk island 8000w, nyebrang ferry gak sampai 5 menit.
Finally Stasiun Gapyeong

Stasiun Gapyeong dari luar

Antrian taxi berdampingan dengan halte shuttle bus
Dan sampailah kita di Republic Naminara. Pulau Winter Sonata.


Naminara Republik, 'negara' yang  welcome dengan negara lain
Nami  Island terletak di kota Chuncheon-si, Provinsi Gwangwon-do, Korea Selatan. Nama Nami  Island konon diambil dari nama Jenderal Nami, pahlawan muda Korea pemberani yang telah menjadi jendral di usia 25 tahun. Makam Jendral Nami terletak di Nami  Island, lengkap dengan kisah heroiknya. 

Nami  Island meliliki luas 460 ribu meter persegi, diameternya 5 km dan berbentuk setengah lingkaran, pada kenyataannya Pulau Nami bukanlah pulau alami, tetapi  pulau buatan yang terbentuk seperti pulau karena rendaman air dari Sungai Bukhangang pada saat pembuatan bendungan Cheongpyeong. 
Dulunya Nami  Island tidak setenar sekarang namun setelah menjadi tempat lokasi syuting drakor Winter Sonata (tahun 2002), pulau ini menjadi destinasi utama dan favorit di Korea. Winter Sonata  mengisahkan tentang cinta antara Kang Jun-Sang (Bae Yong-jun) dan Jung Yu-jin (Choi Ji-woo). 
Wajib foto disini
Di berbagai sudut pulau ini dihiasi memorabilia kisah mereka, seperti foto-foto berisi potongan adegan mereka  juga dipasang  patung Bae Yong-jun dan Choi Ji-woo yang tengah berdiri berhadapan di ujung jalan yang berhias deretan pohon metasequoia. Patung mereka merupakan tempat spot foto wajib bagi pengunjung, meski gak paham ceritanya dan mungkin gak nonton juga, mereka rela antri untuk mengambil gambar. Saya jadi penasaran, seperti apa sih kisah drama Winter Sonata itu. Winter Sonata tak pernah saya lirik karena kurang suka sama aktris wanitanya. Itu saja.

Potongan adegan dalam frame

yg gak bawa pasangan gimana dong;-(

Spot terkeren disini, ngebayangin pas winter atau autumn pasti bagus banget di sini
Sejatinya Nami Island bagus dikunjungi saat musim gugur (atau musim dingin) dan saat kami datang adalah musim tanggung, peralihan musim dingin ke musim semi. Untungnya kami bisa melihat bunga-bunta cantik  bermekaran, saya mencoba mencari istimewanya pulau ini, dan saya tidak menemukan itu. Semuanya terasa biasa-biasa saja. Mungkin berbeda ceritanya kalau saya tahu cerita Winter Sonata dan tergila-gila pada drakor tersebut.

Hamparan bunga2 yang memanjakan penglihatan


Di atas fery dengan bendera warna-warni



Souvenir shop, mahalnya gak ketulungan, payung cantik itu seharga 400an kalau di rupiahkan. Ogah emennn!

Asian Cuisine, resto halal, ada tempat sholat di atasnya

Banyak taman tematik serupa ini


Breastfeeding statues

Fery dengan bendera warna-warni
Satu yang pasti, aura penuh cinta tersebar di mana-mana. Pasangan romantis, dengan memakai baju kembaran, bergenggaman tangan, dan tanpa malu-malu kissu di depan kita, yang menyisakan blushing di pipi yang melihatnya. Menyesal? Tentu tidak…jangan peduli destinasinya, nikmati journey-nya. Terlebih rasa penasaran terbayarkan sudah. Mungkin jika mau kembali ke sini, di saat autumn atau winter dan kembalinya dengan pasangan biar bisa merasakan juga aura romantismenya. Jangan hanya jadi penonton. Hehehe.
Piknik ala-ala di Nami island

Kwartet traveller under  the metasequioa tree lane





4 comments

  1. Saya skip ke Nami, karena jauhhh hahahaha..

    ReplyDelete
  2. Cocokmi kak, bagusan kesini pas autumn atau sekalian winter...

    ReplyDelete
  3. Aku dtg ksana pas feb, cuacanya nanggung. Masih dingin, tp salju udh abis.. Yg ada becek di mana2. Salah banget dtg pas february :(

    Rute yg kita ambil sama nih.. Aku lupa pas di stasiun mana, ada penjual odeng ama toast enaaak bangettttt :D. Suka suka sukaa... Sayangnya kemudian hrs buru2 krn keretanya udh mau dtg.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya sih...udah gak nemu yang becek-becek lagi. Ketemu bunga2 cantik yang bermekaran, cuma memang tak seindah ekspektasi. Setidaknya sudah pernah meninggalkan jejak di sana... Mungkin perginya pas winter atau autumn saja.

      Thanks mbak Fanny dah berkunjung..salam kenal:-)

      Delete