The Hidden Paradise: Pulau Sara, Kepulauan Talaud



Pulau Sara...
Pernah mendengar tentang pulau ini? Jujur saja saya pribadi baru mendengar pulau ini waktu berkunjung ke sana pertengahan Mei ini, karena mendapatkan tugas ke Pulau Salibabu, Kepulauan Talaud. Perjalanan dari dan ke pulau Salibabu dari Pulau Karakelang melewati pulau kembar yaitu Pulau Sara Besar dan Sara Kecil. Pulau Karakelang sendiri merupakan pusat pemerintahan Kepulauan Talaud dan merupakan pintu masuk karena bandara Melonguane yang merupakan bandara penghubung berada di pulau ini.

Posisi Kepulauan Talaud yg berbatsan dengan negara Philipina
Kepulauan Talaud sendiri menjadi istimewa karena lokasinya berada di perbatasan yaitu berbatasan langsung dengan Philipina (Davao). Tidak heran jika masyarakat disini bisa berbahasa Tagalog. Antara Davao dan Talaud sudah terjalin hubungan yang sangat baik. transhipment yang sesungguhnya ilegal sudah lama dilakoni para nelayan. Kepulauan Talaud  juga dikenal sebagai Bumi Porodisa, bahasa yang diserap dari kata paradise yang konon selalu diungkapkan pelaut Portugis ketika melakukan pelayaran sepanjang Kepulauan Sangir – Talaud. Untuk menuju kesini, dari Manado kita bisa melanjutkan penerbangan tujuan Melonguane (P.Karakelang, Kepulauan Talaud) menggunakan pesawat Wings Air. Jadwal penerbangan ke Melonguane setiap hari, berangkat dari Manado sekitar pukul 10 pagi dan balik ke Manado sekitar pukul 13.00. Namun jadwal ini tentative tergantung cuaca. Lama penerbangan adalah satu jam. Sementara jika menggunakan kapal dari Manado, lama perjalanan adalah 16 jam. Kapal yang melayani rute Manado-Melonguane adalah salah satunya KM. Ratu Mania dengan biaya berkisar 200-400 ribu rupiah.
Bumi Porodisa  a.k.a paradise"
Masyarakat Talaud pada umumnya adalah nelayan (that's why I have been there). Nama Talaud diambil dari kata tau (orang) dan lauda (laut). Nenek moyang mereka dari Bangsa Sangir telah menurunkan kemahiran dalam melaut. Disini akan sangat mudah menemukan ikan dengan harga murah, 2 hari di Talaud, kenyang makan ikan. Yang dimasak apapun pasti enak karena ikannya so segar, ada ikan kakap, kerapu, bobara atau ikan kue, tuna, dori , dll melimpah. Disini ada restoran Purnama Indah, pemiliknya adalah orang muslim, yang insya allah di jamin kehalalannya. Restoran Purnama Indah terletak di bibir pantai yang menjadi pintu gerbang pelayaran ke berbagai pulau di sekitar Melonguane. Sup ikannya juara...(pemiliknya cantik blasteran Jerman). Dari ibunya saya mendapatkan resep ikan woku dan resep sup ikannya. Thanks ibu Sumiati:-)
Sup Ikan kakap segar di RM Panaroma Indah

with team mate

Bandar Udara Melonguane 
 


Itu sekilas tentang Kepulauan Talaud 'pemilik' surga kecil yang disebut pulau Sara. Sepulang bertugas di pulau Salibabu , saya menyempatkan 'mampir' di pulau cantik ini. Dari jauh kehadiran pulau ini sudah menggoda, hamparan pasir putihnya tampak menonjol dan membuat penasaran ingin kesana.
  
Bukti sah sudah menjejakkan kaki disana...heheh
Pulau tak berpenghuni ini  dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dari Melonguane, pulau Karakelang, atau 5 menit dari Lirung (Pulau Salibabu) melewati laut yang menjadi jalur pelayaran. Belum banyak yang tahu tentang keberadaan pulau ini, pengunjungnya pun masih didominasi wisatawan lokal pun masyarakat sekitar yang ingin melepas penat atau sekedar bermain pasir dan berenang disini. Pulau ini terkenal dengan pasir putihnya yang selembut tepung atau disebut juga powder sands dan pantainya yang menakjubkan dengan tiga gradasi warna laut yang indah.
Jernih..dengan gradasi warna yang memanjakan mata
Seperti disebutkan sebelumnya kalau Pulau Sara sebenarnya ada dua (kembar), Pulau Sara Besar yang biasa disebut Sara saja dan Pulau Sara kecil, namun yang menjadi destinasi wisatawan pada umumnya adalah Sara Besar meskipun Sara kecil tak kalah indahnya. Pulau Sara besar /Pulau Sara ini merupakan surga bagi mereka yang menyukai panorama taman laut. Air lautnya sungguh jernih membuat terumbu karang dan ikan dapat terlihat jelas dari permukaan laut. Keindahan taman lautnya akan semakin jelas bagi mereka yang gemar diving atau snorkling  pasti bukan saya, dan karena masih sepi dan belum banyak yang tahu, menjadikan pulau ini menjadi the hidden paradise.


Speed boat yang mengantarkan ke pulau  Sara
Oh yah biaya transportasi kesini sekitar 30 ribu rupiah dengan menggunakan kapal motor nelayan yang selalu stand by baik di Melonguane maupun di Lirung, kalau dari Lirung mungkin bisa lebih murah karena hanya ditempuh sekitar 5 menit ke sana.


Ketika saya berkunjung ke sana, kami belum ditarik retribusi sama sekali, masih free, dan memang belum ada fasilitas penunjang di pulau ini, semua masih alami, point plusnya pulau ini lumayan teduh dengan pohon-pohon besar yang tumbuh subur menaungi. Jadi meski lagi terik-teriknya, meski belum ada gazebo namun cukup nyaman hanya dengan menggelar tikar di bawah pohon.

Saat ke sana tampak ada pembangunan fasilitas, mungkin tempat peristirahatan atau gazebo, atau mungkin saja fasilitas penunjang lainnya. Saya lupa menanyakan. Karena kami hanya mampir, jadi tak bisa lama-lama, takut kemalaman. Meski sejenak, saya tahu bahwa pulau ini berpotensi besar menjadi tujuan favorite, hanya perlu di kenalkan, dan dilengkapi fasilitas sebelum dilempar ke publik.

Tampak beberapa wisatawan lokal piknik di pulau yang teduh ini
How to get there:
  1. Setiap hari ada penerbangan Manado-Melonguane pun sebaliknya dengan menggunakan pesawat satu-satunya Wings Air yang jenis ATR. Penerbangan ke Melong dapat ditempuh selama 1 jam. Waktu keberangkatan dari Manado jam 10.30 dan kepulangan jam 1. Tapi dapat maju atau mundur dari jadwal tergantung kondisi cuaca pada saat itu. 
  2. Menuju Pelabuhan Melonguane menggunakan Becak Motor (satu-satunya transportasi publik disana ) dengan tarif sekitar Rp 10.000/orang
  3. Dari Pelabuhan Melonguane menggunakan speed boat menuju Pulau Sara. 30.000/orng atau bisa sewa speed kisaran 300-400 ribu. Untuk kapasitas 4-6 orang. Waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

jalan yang lengang

suasana penginapan

Penginapan Mentari

Kecil namun nyaman

footnote:
  1. Kamu bisa menginap di losmen-losmen kecil di Melong, seperti di Penginapan Mentari yang hanya berjarak 100 meter dr gerbang Bandara Melong dengan rate 350-400/malam. 
  2. Listrik di sana sering padam, namun penginapan ini memiliki genset
  3. Hanya ada Telkomsel disini, itupun masih 3G, jangan lupa setting hpnya 3G yah. Biar gak kesusahan nyari signalnya...
  4. Happy explore Talaud

10 comments

  1. Wuah bagus bangat panttainya adik saya penyuka pantai pasti suka kesini. Semoga suatu hari kesampaian ke tempat ini. Belinda Kusumo www.belinda888kusumo.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tq for visit mbak Belinda. Salam kenal yah
      Alhamdulillah kerjaan saya memang mengharuskan ketemu pantai /laut. Jadi sambil kerja, bisa sekalian jepret yang indah2 dan makin ketimur pantai kita makin indah...Semoga adiknya bisa kesini, dan pas kesini fasilitasnya udah di bangun

      Delete
  2. Kalo liat pantai2 indo yg cakep begini, lgs berasa bangga aku tinggal di sini :D. Kuliner ikannya pgn bgt nyobain mba.. Akupun krn berasal dr kampung pesisir, seafood segar begini juga slalu jd menu sehari2 dulu.. Sjk pindah ke jakarta aja , menu ikan dan kawan2nya jd mahal, ga terlalu segar pula :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Fanny thax yah udah namu di sini:-).
      Setuju banget mbak, Indonesia kaya. Alamnya tuh indah...makin ketimur pantainya makin eksotik seperti Maluku, Papua yang memiliki pulau dan pesisir yang cantik, siapa gak kenal raja ampat (alhmadulillah I have been there too).
      Kalau ke psesir begini puas2in makan ikan. Ikannya segar dan murah. Lait tuna besar yang dihargai murah pengen pengsan rasanya heheheh.

      Delete
  3. Warna biru pantainya indah sekali mbaa. Aku belum pernah ke talaud mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo mbak, pemerintah lagi konsen membangun remote island...macam kepulauan talaud ini. Btw thans mbak Alida for visit...salam kenal yah

      Delete
  4. Terimakasih informasinya Mba dan sekarang saya sudah dapat sedikit informasi mengenai penginapan disana (melonguane-talaud), apakah ada penginapan yg lainnya ya selain penginapan mentari tsb,....krn kami ada rencana bertugas kesana di minggu kedua bulan juli ini selama 3 minggu,... Tks sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Duh unknown begini jadi bingung nyapanya. Salam kenal yah mbak atau mas.
      Di Melong ada beberapa penginapan serupa. cuma saya lupa namanya. Dengan rate yang hampir sama. Enaknya kalau malas keluar bisa mintol yang punya rumah untuk nyiapin makan malam, dengan menu makan ikan yang segar dan manis.

      Delete