Last Day: SM Entertainment, Itaewon Mosque, and Enjoying night at Banpo Bridge

Hari terakhir…Seddihhh…

Serasa belum kemana-mana, belum ke Insadong Market, Nangdaemun, Hongik University, Taean dan masih banyak lagi. Pergi ke suatu tempat, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengunjungi most favorite kunjungan wisatawan, misal ke Korea tanpa ke Namsan mungkin akan terasa kurang. Karena itu sudah menjadi icon-nya, sepertinya halnya apa gunanya ke Paris tanpa ke menara Eiffel. Tapi ini sangat subjektif, menurut saya.

Jadi…menurut saya lagi karena ke Namsan Tower sudah, ke Palace sudah, Ke Hanok Village sudah, Nami Island sudah, wisata shopping yang terwakili oleh Myeondong dan Dongdaemun sudah, saatnya ke Han River dan Banpo Bridge yang masuk list wajib dikunjungi, selain ke Itaewon Mosque tentunya.


Cerita seru lainnya disini yah:
Day 1: Namsan Tower and Shopping Till Drop At Myeondong Shopping Center
Day 2: Keliling Palace dan Hanbok gratisan...
Day 3: Pulau Winter Sonata, Nami Island
Day 4: Buchon Hanok Village, Namsangol Hanok Village, Cafe Cat Myeondong

Satu lagi, pengen ke salah satu kantor management artis yang menaungi K-Idol, yang mana saja ketahuan banget gak paham K-Pop hihihi. Namun meski gak  kenal artis K-pop, tetap pengen karena penasaran dengan budaya K-pop Korea yang sangat menginvasi dunia termasuk Indonesia. Yang bikin iri, pemerintah Korea Selatan sangat mendukung K-Pop dengan secara masif membantu penyebaran Halyyu a.k.a Korean wave ini melalui siaran TV seperti Arirang. Menurutku menjadi keharusan mengunjungi tempat yang berpengaruh itu. Jadilah SM Entertainment yang menaungi Super Junior, Girls Generation, BoA, TVXQ/DBSK, SHINee, EXO, F(x), TRAX, Kangta, The Grace hasil googling menjadi tujuan kami, kebetulan juga secara tidak sengaja menemukan rute menuju kesana.  Untuk tempat yang belum dikunjungi next time lah. Insya Allah.
Depan SM Entertainment
Namun rupanya kami ke sini mengikuti petunjuk yang menyesatkan, petunjuknya menuju ke kantor SM yang lama, mana hujan deras lagi, kami nyetop taxi dan alhamdulillah ahjussi mau meski kesulitan komunikasi. Saya berkali-kali menjelaskan tujuan kami, dan selalu dijawab dengan aksen yang berbeda. Kami kesini naik Line 3 dan turun di Apgaejung St. Ternyata jauh jalannya. Harusnya ambil line 7. Ah namanya petunjuk bisa aja salah.

SM Entertainment opened a brand new cafe/market that’s open to the public. The big blue glass building is hard to miss! 

Jadilah sepagi itu di tengah hujan yang kian menderas, nongkrong di SUM Café SM entertainment.  Kalau dipikir-pikir, ngapain cobaaa disini. Gak kenal dengan sesiapapun. Gak kenal artis2 K-pop. Taunya drakor aja, harusnya ke KBS atau TVN saja;-) yah. Ah kok gak kepikiran yah. Mencoba nyolek dan ngajakin travel mate, kali aja mau nemenin ke KBS tapi belum apa-apa udah manyun duluan. Ogah katanya hahaha, disini saja dia merasa menjadi alien di dunia lain hahaha...In fact, I feel you, dear! Yasud, nanti kemari lagi bareng yang minimal suka drakor kayak saya hahaha. 
Kalau yang suka K-pop mungkin dah menjerit-jerit disini. The cafe holds all of the latest posters, photos and celebratory decorations of the SM artists. Poster gede dan many stuff terkait idol kesayangan yang bernaung di bawah SM Entertainment semua ada disini. Banyak yang bela-belainin datang buat sekedar nungguin idolanya datang meski hanya diliat sekelibat saja.
Inti sebenarnya ...belum tentu punya kesempatan kedua ke sini. Jadi mariii ngopi meski gak suka kopi, nyesel gak pesen teh, paitttt . Tempatnya cozy dengan dinding kaca yang tinggi dan hujan yang masih menderas di luar, kalau pesannya teh mungkin tambah perfect. Kami juga kenyang dengan pemandangan yang bening2 seperti yang terlihat di drakor-drakor itu melintas, di samping meja kami tampak beberapa orang dengan name tag SM Entertainment dengan stasiun TV terlibat percakapan serius, mungkin lagi terjadi transaksi. Oh yah untuk secangkir coffee latte dan cappucino masing-masing dihargai 6000won. Mahal. Nee...bisa dapat masker Sea N Tree 20 lembar hahaha, dasar!

Ngopi cantik di SUM cafe 
Di Basement ada SUM Market. Here you can find any kind of food that’s been especially made to fit the characteristics of SM groups. Tapi karena blank, skip yang ini, mending ke next destination too?

Dipilih-pilih, harganya lu manyun dah? Harga ori soalnya, beda sama yang di underground shopping subway


D Big book, you can find your idol big pict


Hujan masih panjang, sudah jam 2 siang, perut udah mulai kukuruyuk, kami nekat menembus hujan dengan modal payung cantik yang dibeli di ahjumma yang jual payung di pintu exit st. Apgaejung dengan harga 3000 W.

Berangkatlah kami ke Itaewon (mewakili wisata religi kami). Ke Itaewon naik subway dari Cheongdam st (line 7) yang berada pas dekat gedung SM Entertainment,  lalu ganti line ke Express Bus Terminal Stasiun  and then transfer line 3 menuju Yaksun st. Lalu ganti lagi line 6 menuju Itaewon st. (Ribet yah, soalnya nanti bakal balik arah lagi menuju banpoo)

Menuju Cheondam st, dekat dengan SM buiding tuh di belakang
Di Itaewon ada mesjid Itaewon dan banyak rumah makan halal di sana. Ketemu resto Siti Sarah yang sepertinya punya orang Malaysia. Pilih menu ayam bakar. Porsinya besar(disini kadang saya berpikir orang Korea makannya banyak yah, kemaren makan juga dikasinya porsi kuli). Satu porsinya setengah  ekor ayam. Kami pesan satu saja. Satunya lagi french fries buat ngemil. Cuman pelayannya kerepotan ngurusin tamunya yg tiba-tiba datang barengan yang dari logatnya tampaklah kalau mereka dari Malaysia, pesanan french fries kami pun terlupakan. Gak papalah. Berdua makan ayam bakar sampai klenger ngabisinnya. Rasa? So so lah.
Pemilik Siti Sarah yang selalu teriak kencang setelah selesai makan, Enak nggak??

Porsinya besar, cukup untuk berdua
Adzan ashar berkumandang. Langsung bergerak menuju mesjid. Wudhu dengan air sedingin es. Mesjid yg dikelola org pakistan ini lumayan besar dan menjadi tempat berkumpulnya teman2 TKI yang sebagian besar bermukim di daerah Ansan. Nah di Itaewon pas pulang mesjid ketemu sebuat toko yang all item 10.000 atau sekitar 120.000 rupiah (sweater, cardigan, dan coat) masuklah kita dan lagi dapat coat cantik, penjualnya gadis pakistan yang ramah. Coat winter made in Korea di obral disini.
Kawasan Itaewon, menara mesjid dari kejauhan

Gate menuju mesjid

Di depan mesjid Itaewon
with hana penjual coat
Dari sana kami lalu bergerak menuju Banpo Bridge. Kesini agak membingungkan karena kurangnya petunjuk menuju kesini. Katanya turun di St. Express Terminal yg ternyata luasss dan menemukan underground shopping centre yg murmer. Mencoba mengabaikan panggilan sale, namun godaan terlalu kuat. Jadilah beli boot dan beberapa sneaker masing2 10.000 per item. All item 10.000!! (Itemnya, ada sepatu sneaker, boots, sadal, baju, banyak..langsung panic attack!). Serasa menemukan mutiara. Untuk sepasang boot cantik rasanya gak bakal bisa dapat harga semurah itu. Begitu keluar exit 8-1. Bingung. Arahnya ke mana. Searching di aplikasi map me. Malah nunjukinnya macam2 karena banpo itu banyak banget ternyata ada banpo bridge yg kalau di sini namanya banpodaegyo. Ada banpo park, banpo dareo, banpo dong.
all item 10.000 won
Takutnya kayak kisah di salah satu travel blogger yang saya baca, malah salah arah. Ketemunya di atas jembatan bukan di bawah yg menjadi view point nya. Bismillah aja mengikuti sign di trotoar masuk terowongan sepi yang hanya ada kami berdua (untung kami batal kesini semalam) dan sampailah kami di tepi sungai han dengan pemandangan banpao bridge yg megah. Pengen rent sepeda tapi gak ada teman. Cukup duduk di ayunan sambil mengigil kedinginan. Cuaca 10 derajat waktu itu. Keluarkan coat baru, alhamdulillah untung tadi beli yah. Di tepi han river ini banyak yang beraktifitas seperti lari, dan bersepeda, dengan jaket tipis atau sweater bikin saya melongo, sementara bibir saya sudah membiru menahan dingin di tambah suasana yang windy waktu itu. Ah saya lupa, saya perempuan tropis hehehe.

Menuju banpoo melewati underpass yang panjang dan gelap. Ada juga line yang lebih sempi, kami pulang lewat itu, karena udah beramai-ramai




Menemukan tempat ternyaman, ayunan yang kami 'kuasai' hingga malam

Running woman

Matahari sore itu saya sukaa 

Mencari spot-spot cakep, menelusuri sungai han

Coat baru dari toko Hana di Itaewon..Penyelamat kala dingin
Kami menunggu pertunjukan Banpo Rainbow Fountain show, sekitar jam 8 malam, sambil menunggu pergantian sore ke malam, suasana makin romantis, beberapa pasangan tampak mojok dan berpelukan. Glekk...pengen cepat pulang dan meluk yayang di rumah heheheh. Disini saya menyempatkan video call dengan anak anak di rumah. Jadi kangen segera memeluk mereka.





Hari ini ditutup dengan Myeondong last shopping, menghabiskan semua receh, mengisi T Money di machine T- Money, untuk biaya limousine bus ke Bandara, beli Strawberry yang alhamdulillah amaaan di rangsel dan lolos selamat di imigrasi, sempat khawatir gak sampai di putri cantikku yang sukaaa banget sama strawberry. Korea ngangenin, dan belum bisa move on hingga detik ini, hingga kembali kesana barangkali.

Jadi Itinerary last day :
  • SM Entertainment
  • Itaewon Mosque
  • Banpo bridge




2 comments

  1. Saya anak SM tapi gak maen ke SM cafe hahahahaha.

    ReplyDelete
  2. Disaat hari yang sama kita ke KBS saya ke SM, saya colek adekku nyusul ke KBS. ogah katanya huhuhhuh....

    ReplyDelete