Umroh Backpacker part 5. #Sisi lain kota Makkah: Pesiar ke kota Thaif

Wednesday, 24 January 2018



Jeda cukup lama untuk bisa menulis lagi, tapi biarlah daripada tidak sama sekali. Kali ini saya mau membagi kisah kisah having fun nya umroh backpacker kali ini. Awal bergabung di group backpacker sudah ada tawaran optional tour ke Thaif, dan saya yang seperti biasa ogah rugi dengan insting tukang jalannya langsung on. Grab it fast, suara itu bergema memanggil-manggil dari hati, hahaha.. Finally  jadilah kami kemari, ke Thaif. Perjalanan menuju Thaif, mirip seperti menuju Puncak. Jalan berkelok-kelok, bedanya jika ke Puncak dimanjakan dengan pemandangan ijo royo2, sementara perjalanan kali ini menyuguhkan pemandangan bukit batu nan tandus. 


Untuk menuju Thaif bisa ditempuh dari Makkah selama hampir 1 jam. Thaif merupakan dataran tinggi dengan ketinggian 1.700 meter di lereng Pegunungan Sarawat. Begitu sampai di gerbang langsung melapor ke petugas, dan palang pintu pun di buka, bis kami akhirnya bisa parkir dalam taman hiburan yang akan konon selalu ramai di setiap pekannya. Kebetulan kami datang di hari Rabu, sehingga tampak sepi, bahkan nampaknya hanya rombongan kami yang ada disana saat itu.

Taman hiburannya dilengkapi dengan wahana permainan layaknya di taman rekreasi. Yang menarik bagiku adalah naik Toboggan ride semacam perosatan yang tingg dan berkelok-kelok ala-ala roller coaster namun bisa dikendalikan sendiri kecepatannya, seru!! Karena nagih saya bahkan  naik dua kali hahahah.  Duh, sempat nyali menciut di awal karena kita akan ditarik ke atas  bukit yang tinggi...banget, kemudian meluncur kencang melewati bukit tandus nan berkelok-kelok di pinggir jurang pula, untungnya kecepatan keretanya bisa dikendalikan bahkan bisa dihentikan hanya dengan memainkan tuas disamping kiri, bisa futu2 narsis di atas sana. Saya begitu menikmatinya, sementara ada teman saya jejeritan saking takutnya, saya bisa melihat keindahan kota Thaif dari puncak bukit sambil meluncur kencang,anginnya semriwing ,wuih ...sensasinya itu takkan terlupakan!

Siap-siap meluncur, awalnya deg2an setelahnya enjoy


Sedikit entang Thaif: Thaif dulunya adalah daerah penghasil buah-buahan karena diberkahi tanah yang subur, dan cuaca yang sejuk. Penduduk di sini juga memiliki sejumlah perkebunan sayur dan buah-buahan, sawi dan buah delima bahkan anggur. Kesejukan kota Thaif menyebabkan tempat ini kerap dijadikan sarana berwisata kala musim panas. Bahkan kabarnya, para raja Saudi dan kerabatnya banyak membangun tempat peristirahatan di kota Thaif. Karena itu pula kota ini dijuluki Qaryah Al-Mulk yang berarti 'Desa Para Raja'.
wuih siap2 nanjak sebelum meluncurrr........

Kami pun tak melewatkan untuk naik kereta gantung. Dari atas kereta gantung akan tampak jalanan berkelok-kelok di bawah sana yang mengundang decak kagum, keren nih pemerintahnya bisa bikin jalan sedemikian bagusnya, di tengah medan yang berat, bukit batu dan jurang berkelok. Di perjalanan dengan kereta gantung, kami bisa melihat sekawanan unta lagi merumput hehehe bukan ding mana ada rumput, jadi me....apa dong si unta? Melihat ada kehidupan di tengah panas dan keringnya bukit bebatuan, rasanya surprise ada kehidupan di bawah sana, meski itu hanya sekawanan onta. 

Lumayan lama perjalanan dengan kereta Gantung, dan rasa-rasanya lebih tinggi dari  kereta Gantung yang ada di Genting Highland, Malaysia.

Udara kota Thaif sejuk dan cenderung kering waktu itu, namun makanan prasmanan  hangat yang di sajikan  super duper enak, menambah kesempurnaan jalan-jalan kali ini. Kita pun sempat berkunjung ke deretan Kios buah, ngeliat buah yang besar-besar dan ranum, bikin ngiler, apalagi nemu buah Tin, buah yang disebutkan dalam Al Qur'ran. Excited banget!!! Sumpah keren banget perjalanan kali ini, dan sangat recomended untuk kesini,  berharap banget  bisa kembali ke sini suatu saat nanti dengan keluarga kecilku, Aaminn. Oh iya pulangnya kami ambil miqot di Wadi Sair Kabir lagi untuk ibadah umroh berikutnya...





Sekilas tentang thaif dari berbagai sumber:


Selain hawa sejuk, satu hal yang membuat kota Thaif kian membuat penasaran adalah keberadaan pohon-pohon Zaqqum. Pohon berduri tajam dan besar itu merupakan jenis pohon langka yang tak tumbuh di Indonesia atau negara lainnya.

Menariknya lagi, kisah tentang pohon Zaqqum ini tertuang dalam Al-Quran Surat Al-Waqiah ayat 52-56. Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa para penghuni neraka kelak akan diberikan makanan yang luar biasa pahitnya dari pohon Zaqqum.Kelebihan kota Thaif tak terletak pada keberadaan pohon Zaqqum semata. 

Thaif menjadi begitu istimewa karena menyimpan sejarah kehidupan dan perjuangan syiar Rasulullah Muhammad SAW yang berat.Tiga tahun sebelum hijrah, Rasulullah melakukan perjalanan ke Thaif untuk berdakwah. Perjalanan ini dilakukan tak lama setelah wafatnya sang istri, Khadijah RA serta sang paman sekaligus pelindung utama beliau, Abu Thalib.Wafatnya kedua sosok yang disegani itu membuat kaum Quraisy semakin berani menentang dan mengganggu Rasul. Untuk mengantisipasi kekejaman kaum kafir Quraisy kala itu, akhirnya secara diam-diam Rasul melakukan perjalanan syiar dengan berjalan kaki ke Thaif.

Rasul tinggal di Thaif selama 10 hari untuk berdakwah sekaligus meminta perlindungan. Namun ternyata, penduduk kota itu melakukan penolakan dan memperlakukan Rasul dengan kasar.Bahkan mereka melempari Rasul hingga kakinya terluka. Tindakan brutal ini membuat sahabat Rasul, Zaid bin Haritsah ikut turun tangan membela dan melindungi beliau. Namun kepala sang sahabat juga terluka akibat lemparan batu.Kisah dakwah Rasulullah di kota Thaif ini merupakan satu dari sekian banyak perjuangan berat beliau dalam menyebarkan agama Allah. 

Meski tak mudah, Rasul senantiasa ikhlas, sabar dan tidak pernah berputus asa dalam menghadapi segala bentuk perlakuan kaumnya.








2 comments

  1. Wah, seperti lagi main perosotan ya mbak, tapi kalau yang ini lebih menguji adrenalin hehe. Umroh backpacker, pengalaman yang seru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyya mbak, aku juga baru tahu ada tempat semacam ini di Mekkah. Layak dicoba mbak, seruuu

      Delete