#Day 2: Dari sesaknya antrian Aquaria, megahnya Petronas Twin Tower hingga terbawa romantisme lake symphone musical fountain water dance KLCC



Traveling bersama anak-anak tentu tak bisa disamakan ketika traveling bersama teman, perlu diturunkan sedikit ritmenya, mengikuti mood mereka, kalau misalnya sudah bad mood bakal runyam deh acara yang harusnya bersenang-senang ini.

Itinerary pun dibuat selonggar mungkin, hampir tidak ada kesempatan buat emaknya shopping meskipun itu sekedar window shopping, gak ada dalam list itinerary yang dibuat, pun kalau harus curi-curi waktu yah melipir sendirian atau paling nyolek si sulung atau si tengah biar mau temenin biar gak cengo sendirian.

Hari kedua (13/7/19) agendanya  terpusat di KLCC, ke Aquaria, Naik ke Menara Twin Tower, sampai menghabiskan malam liat show water dance di pelataran suria KLCC.
Karena kami memilih jadwal naik ke Menara Twin Tower pukul 17.15 (inginnya lebih malam tapi sayangnya available-nya jam segitu), saya memang agak telat belinya, karena tarik ulur nunggu ada promo yang ternyataah gak kunjung tiba. Oh yah semua tiket atraksi saya sering belinya di Klook. Recomended deh...lebih murah drpada beli on the spot, dan kalau tiket naik ke menara biasanya yg on the spot udah sold out duluan. Akhirnya mendekati hari H baru akhirnya memutuskan wajib beli,sepertinya sayang banget kalau gak sampai ke atas menara KLCC, aku udah pernah dan pengen anak-anak juga punya pengalaman yg sama dengan emaknya.

Jadi.... karena akan menghabiskan waktu sampai malam di KLCC saya memutuskan berangkat siangan aja, main sebentar di Aquaria 1-2 jam cukuplah, abis itu naik ke atas, dan malamnya nungguin pertunjukan water dance. Perfect!!

Setidaknya ada waktu utuk menikmati penginapan kami yg bagus (nanti dituliskan terpisah yah).

Pagi-pagi  setelah membuat sarapan dari menu makan malam yg gak habis kemaren (Sisa makmal di Alor di bungkus pulang, porsi kuli soalnya), di olah menjadi nasgor yang langsung diserbu anak-anak Abis itu nemenin anak-anak nyebur di kolam renang. Gak tega sama rengekan si kecil akhirnya ikut main air, aslinya memang main kecipak cipuk doang, belajar berenangnya masih dalam agenda yang terus tertunda hahahah.
Nyebur bareng the kiddos
Abis berenang, emak kabur sebentar ke My Din, mau nyari oleh2, cokelat, milo, teh BOH dan teman-temannya, sekalian beli beras, telur, mie instan, roti, nutella, bumbu instan buat persiapan masak-masak. Perlengkapan dapur yang lengkap otomatis membuat pengen masak-masak, dan lumayan banget kan bisa menghemat, hemat waktu dan hemat ringgit. Beli beras kemasan 2kg yg gak habis, setengahnya bahkan di bawa pulang, beli mie instan yg tetap setia dengan merek indomie, mau beli minyak goreng, gak nemu kemasan kecil adanya yang 2 liter, buat gantiin yah beli margarin deh lumayan, buat bikin nasi goreng dan omelet.

Urusan belanja belanji bareng anak perempuan saja, yg dua lainnya nunggu di apartemen bareng ayahnya
Masak Nasi dengan kompor induksi gak disiapin rice cooker untung bisa masak manual begini, kata pak su sih nasinya enak, Jadi keranjingan masak manual...
Sepulang dari My Din bareng Fathiyah, nyiapin maksi ala kadarnya, abis itu berangkat deh ke KLCC, sesuai agenda, masuk Aquaria dahulu yang ternyata bagusan Sea World apalagi Jakarta Aquarium ituhhh. Kuciwa? Gak juga sih...tiketnya gratisan soalnya hehehe, sebenarnya gak begitu minat masuk Aquaria pada awalnya, namun ada 3 tiket Aquaria nganggur yang gak kepake pas ke KL sebelumnya tinggal nambahin 2 tiket, lumayan... sayang ngebuang tiket gratisan hibah an dari teman.

Terrarium yang cakep serasa pengen bawa pulang

Abaikan kualitas fotonya yang menyedihkan....
Puas keliling Aquaria yg sejujurnya gak begitu kami nikmati karena penuh sesak, ditambah lagi ada kunjungan anak sekolah gituuuu, antri masuknya lumayan bikin pegel. Mana jalan masuk Aquarianya udah bikin gempor, kiddos udah ngeluh padahal jalannya di mall loh, ngadem gitu tapi masih ngeluh. Hadeuhhhhh.

Ikan-ikan di Aquaria
Tepat jam 17.15 kami di giring eh maksudnya ikut antrian untuk naik ke Menara Kembar Petronas atau Petronas Twin Towers. Kalau belom pernah mengunjungi Menara ini, belum pernah ke Kuala Lumpur namanya. Meskipun umumnya hanya mengambil foto dengan berlatar belakang Menara ini, itu sudah menjadi bukti otentik udah pernah ke KL, tapi kami gak puas hanya sampai disitu. Ingin menikmati kecanggihan dan kehebatan bangunan setinggi 451,9 meter yang dikenal sebagai menara kembar tertinggi di dunia itu.

Tiket Petronas Twin Tower  yang kami beli di Klook, Tiket fisiknya di anterin ke apartemen kami.
Untuk naik ke atas, harus datang sesuai jam, kalau telat dikit hangus, padahal tiket ke atas kan mehong sekitar 300 ribuan, di klook kami dapat harga 250 ribu. So 30 menit sebelum jadwal kami udah duduk manis nunggu antrian, setiap jam kunjungan dibatasin, yah sesuai dengan kapasitas lift sekali ngangkut, sekitar 20 an gak nyampe sih, gak tahu pastinya gak sempat ngitung. Naik ke atas gak dibolehkan bawa makanan, tongsis, rokok, dll,  untungnya masih boleh bawa hp buat cekrek2, kan sayang ke atas tapi gak bisa selfie. Setelah dikalungin name tag warna hijau (grup hijau) dan anak2 di tempelin stiker warna hijau di bajunya. Meluncurlah kami ke atas, pertama ke Sky Bridge lantai 41, dengan ketinggian 170 m dr permukaan tanah. Sky Bridge ini menghububungkan  kedua tower, Tower Barat dan Tower Timur. Sky bridge terdiri dari dua lantai, lantai 41 dan 42.  Lantai 41 dibuka untuk umum, sementara lantai 42 dikhususkan untuk para pekerja yang berkantor di menara tersebut. Dari lantai 41 kami melihat pemandangan yang spekta dan kiddos pun bisa menikmati, kami diberi waktu antara 10-15 menit untuk explore sky bride yg tentu tak kami lewatkan. Biasanya dalam satu waktu ada di group di bolehkan masuk, sekitar 40 orang, mungkin segitu kali kapasitas jembatan gantung ini...kalau over capacity kan ngerrrihhhhh...

Sky Bridge

Time is over...yukk grup ijo saatnya ke lantai 86
Dari tingkat 41 kami kemudian naik lift ke lamtai 83. Namun lantai ini ternyata hanya tempat transit, kami harus pindah ke lift yang lebih kecil lagi untuk sampai ke lantai 86 (Observatory deck). Sesampainya di lantai 86 kiddos langsung takjub dengan pemandangannya, puncak Menara Kembar (pinacles) begitu jelas di depan mata seolah2 dapat dijangkau dengan tangan. Di sini, ada teropong yang bisa membantu kita melihat pemandangan lebih dekat.Wuihhh manusia dan mobil2 di bawah macam liliput saja. Untuk yang takut ketinggian mungkin akan membuatnya gemetaran tapi saya sih menikmati ketinggian,  asal jangan ada gempa saja hehehe...

Kembarannya yang seolah bisa dijangkau dengan tangan...tampak begitu dekat
Foto-foto dr Observatory Deck lantai 86!

dalam observatory deck

Lantai 86 ini adalah lantai teratas yang bisa dikunjungi umum, setelah kurang lebih 20 menit di sini kita akan turun ke lantai tranit 83 yang ternyata merupakan gift shop yg gak usah ditanya harganya:-). Disini pun bagus banget buat selfie2, kitapun di kasi waktu 20 menit di sini sebelum turun kebawah dan menyudahi petualangan menara petronas.
Suasana di lantai 83, selain gift shop, banyak spot yg instagramable banget...dr sini kamu bisa mengirimi dirimu sendiri kartu pos bergambar menara kembar ini.

Hal-hal yang perlu dicatat sebelum berencana ke sana:
  • Perhatikan waktu kunjungan : 9.00am - 8.15pm, dan selalu cari info, karena ada waktunya mereka tutup karena lagi maintenance
  • Harga tiket : RM80/adult, dan  RM30 untuk anak-anak bawah usia 11tahun
  • Tiket terbatas. Setiap jam hanya 80 orang boleh masuk, jadi dalam 1 hari mereka keluarkan tiket sebanyak 880 tiket saja (80orang x 11jam). Pantas cepat banget sold out nya
  • Perhatikan waktu berkunjung yang dipilih. Kalau telat datang, tidak sesuai dengan jadwal yang sudah tercetak di tiket masuk otomatis hangus, kecuali kamu punya kemampuan merayu petugas. Hehehe janganlah yah, tepati waktu berkunjung sesuai pilihanmu, wokeh? 
Puas berpusing2 di atas akhirnya tiba masa untuk kembali turun, foto2 petronas dari arah depan bersama dengan ratusan pengunjung lainnya...


Susah mendapatkan spot yang bagus karena terlalu rame, di depan banyak banget penjaja lensa eye bird , untung udah bawa, beli waktu kunjungan sebelumnya, jadi bisa menolak dengan halus. namun gak cukup membantu mendapatkan foto2 yang bagus, karena anak-anak juga udah kelelahan. Kali ini emak ngalah, kembali masuk ke mall nyari makan, gak tanggung2 kiddos #1 Fatihul menghabiskan 2 pan pizza yang emang maknyuss banget, lapar kamu toh, Nak.

Habis makan ternyata udah gelap di luar, kami pun langsung ke belakang, dan show simphony ternyata udah mulai...kiddos #2 fathiyah sukaa banget, sampai enggan beranjak dari sana...
Duo penikmat musial fountain dance KLCC
Sebelum pulang menyempatkan masuk ke LV exhibition..gratis, kita bisa liat sejarah pembuatan tas branded yang tak sanggup terbeli itu, gpp deh liat2 ajaa. aku mah mendekap tas Vinnci udah bahagia banget.

Jalan-jalan ke KL sebelunya bisa di liat di sini

No comments