Last Day: Shopping Kilat di Central Market, Mampir Putrajaya cuzz Bandara


Finally...time is over
Pulang kita yah kiddos, libur lebaran lanjut extend libur ke KL, udah terlalu jauh kita mangkir dari sekolah, yang paling nekat sih si kiddos#2, baru masuk SMP, gak ikut MPS (Masa Perkenalan Sekolah). Maaf Pak dan Bu Guru, emak juga gak mau rugi kalau liburan di batalkan... nanti juga bakal kenal sama teman, sekolah dan bapak ibu gurunya. Alhamdulillah sih diijinkan.
Terus bagaimana kami  memaksimalkan  hari terakhir liburan kali ini?


Memilih penerbangan sore (15/7/19), karena memang mau maksimalkan hari terakhir termasuk cek in di I 💗 KL, di KL City Gallery. Emak pun belum beli Eureka Pop Corn yg lagi hitz itu.
Last day baru cek in di sini
Meski penerbangan masih lama, tetap saja hari terakhir itu gak pernah bisa santai, packing dan beberes. Sudah jadi rules tak tertulis beresin hunian orang sebelum ditinggalkan. Jangan ditinggalkan seperti kapal pecah, beresin sampah, nyapu tapi gak sampai ngepel hehehe. Kelar beberes namun soal packing diserahkan ke pak su, emak ngegaet #kiddos 1 ke pasar seni a.k.a Central Market, cuman mau nyari Eureka Pop Corn, semalam udah ke Pavilon Mall, tapi outlet di Pavilon lagi gak bisa gesek kartu jadi hari ini wajib ke Central Market. Selain di Central market, Eureka pop corn bisa ditemukan  disini

Outlet Eureka di Central Market, pic comot dr sini
Eureka pop corn memang enak apalagi yang salted egg-nya, meski harganya lebih mahal dr yg lain, salted egg ini masuk kelas premium harganya 14,90 RM, lebih mahal 2 ringgit dr yang lainnya. Selain salted egg ada beberapa varian yang masuk premium, kalau gak salah butterscotch, durian dan beberapa varian lainnya. Yang gak masuk kelas premium harganya 12,90RM. Harga di outlet2 Eureka hampir sama semua, kecuali outlet di genting lebih mahal.

Kiddos#1 yg bertugas nemenin emak ke sini
Setelah ngeborong pop corn, dengan grab kami balik ke apartemen, ini shopping kilat yang pernah ada, kurang dari 30 menit, udah balik ke apartemen dan mendapati packing sudah rapi (tugas2 ngepacking memang keahlian pak su), tinggal cek out dan siap2 nunggu jemputan di lobby.

Kiddos menunggu di lobby

Sesuai kesepakatan dengan driver, sebelum ke Bandara karena space waktu yang banyak kami minta mampir ke KL City Gallery, foto-foto di sekitar Dataran Merdeka dengan bangunan2 megah peninggalan Inggris kemudian lanjut mampir di Putrajaya.
3F


Perjalanan di lanjutkan ke Putrajaya, seperti memasuki dunia modern dalam ruang berbeda, memasukinya serasa berada di negeri masa depan.  Putrajaya memiliki luas 46 km2 dan merupakan bekas lahan perkebunan kelapa sawit. Jaraknya dari Kuala Lumpur memang cukup jauh yaitu mencapai 25 Km.

Terik sangat pemirsa, Kiddos #3 mulai lelah


Kawasan ini menjadi pusat administrasi Malaysia yang menggantikan posisi Kuala Lumpur. Didirikan pada 19 Oktober 1995, namanya diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yang pertama, Tunku Abdul Rahman Putra dan juga menjadi wilayah persekutuan Malaysia yang ketiga (2 wilayah lainnya adalah Kuala Lumpur dan Labuan).

with kiddos di "RAJA" malaysia
Keputusan pemerintah Malaysia memindahkan pusat pemerintahannya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya berhasil dan kini sepertinya akan di adopt oleh pemerintah kita yang sedang berencana memindahkan pusat pemerintahan atau bahkan ibu kota dari Jakarta yang entah akan pindah kemana, belum ada yang pasti, dan jika berkaca pada Malaysia mereka butuh waktu 10 tahun untuk bisa menyiapkan infrastruktur utama dan penunjang lainnya, putrajaya menjadi kawasan yang mandiri dan megah, akhirnya semua kantor pemerintahan dipindahkan, kecuali Kementerian Perdagangan dan Investasi karena dianggap area pusat perdagangan masih di sekitar Kuala Lumpur . Membayangkan Indonesia kelak akan punya kawasan terpadu seperti itu, pasti Jakarta gak akan semacet skarang meski konsekuensinya dimanapun pusat pemerintahan pindah, maka kami pun harus siap bedol desa pindah ke tempat yang baru.

Kota baru ini sangat cantik, modern, dan futuristik. Tata kota direncanakan dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan, yaitu dengan menyediakan lahan 38% untuk ruang terbuka hijau (taman), danau,  pembangunan jalan dan trotoar pun di buat lebar sehingga nyaman bagi pengemudi dan pedestrian.






Gak bisa berlama-lama di sini karena selain mengejar waktu, kiddos pun sudah mulai kepanasan. Disini hanya foto stop dan keliling2 kawasan Putrajaya, driver merangkap guide tahu banyak tentang kawasan ini, dan kami hanya bisa berdecak kagum. 

Kami lalu melanjutkan perjalanan ke bandara untuk kembali ke Jakarta, sampai di KLIA2 udah shock dengan ramainya calon penumpang dan antrian imigrasi yang panjang banget, untung waktu kami masih lama, sehingga kami tak perlu buru-buru mengejar pesawat...


kembali ke 'dunia' di tangannya:-(


Saatnya kembali ke rumah, kembali ke rutinitas sambil merencanakan liburan berikutnya...

2 comments

  1. waaah aku blm nyoba2 nih popcorn eureka :D. trakhir k KL mapah ga sempet. belanja di central market itu jg favoritku kalo sdg ke KL mba. duuuh benern hrs bawa uang lumayan deh, karena aku suka kalap. trakhir ksana, ama temen2 deketku, dan aku kalap belanja tanpa mikirin ukuran koper wkwkwkwkwk... yaallah... untung akhirnya bisa masuk semua :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Popcorn eureka enak mbak dan lebih murah dari yang pop corn garret itu. Tiap ke KL, pasti ngeborong ini, sekalian buat oleh-oleh. Hanya memang wajib di bagasi karena banyak ngambil space meski sebenarnya enteng banget

      Delete