Pengalaman nginap di LTS Homestay Swiss Garden Residence

Seperti janji saya sebelumnya, akan me-review penginapan kami selama 4D3N  di Kuala Lumpur. Nah selama  di KL, kami nginap di LTS Swiss Garden Residence di kawasan Bukit Bintang,  booking via Agoda dengan harga 2 jutaan, dan menurut saya itu murah dengan segala fasilitas yang ada. 

pic cantik ini di comot dari inet

Setiap bepergian sama kiddos, salah satu hal yang harus menjadi pertimbangan utama adalah Penginapan, kalau bisa nyaman bagi kiddos,  konsekuensi dari kenyamanan berarti susah dapat yang bener-bener murah kecuali mungkin dewi arjuna aka keberuntungan lagi memihakmu. Untuk harga, sebenarnya relatif ya berbanding lurus dengan fasilitas yang kita dapatkan.
Namun bagi keluarga kami, yang anak-anaknya sudah mulai beranjak remaja, rasanya menginap di hotel malah akan lebih mahal, harus ngambil dua kamar dengan connecting door,  hotel-hotel di Malaysia pun mengenakan deposit  50 RM dengan tax 10RM/mlm, yang meski depositnya tetap akan di kembalikan pas chek out tetap aja nyesek, kan lumayan bisa buat cemilan eh malah di endapkan di hotel.


Setelah riset kecil-kecilin, sambil menunggu harga promo akhirnya pilihan jatuh di LTS Swiss Garden Residence yang berlokasi di Jalan Galloway, berada di kawasan Bukit Bintang, dekat dengan jalan Alor, Petailing Street, Pavilon Mall ah pokonya dekat kemana2,  dengan rating bagus di beberapa OTA juga review yang bagus-bagus. Sebelumnya saya pernah menginap di apartemen dengan infinity pool dan swimming pool dengan view ke twin tower, cuman saya merasa gak cocok bawa anak-anak ke sana, tamu2nya sebagian besar bule dengan pakaian mini, sebelum di protes anak-anak lebih baik menghindar.

Mendekati hari keberangkatan, langsung chat dengan pemilik apartemen, setelah sebelumnya saya kirim pesan via agoda. Kent sangat welcome dan memberikan petunjuk yang sangat jelas berikut pic,  jadi proses cek in dan cek out dilakukan secara mandiri, gak perlu ketemu sama pemilik apartemen. Ketika saya request untuk check in lebih cepat, dia menjawab tamunya baru check out pukul 12.00, mungkin kami harus menunggu, tapi kami bisa drop bagasi, nanti ada stafnya yang akan membantu. Jangan lupa menginfokan yah setiba di lobby, Kent mengingatkan. 

Sesungguhnya jiwa raga yang lelah pengennya langsung rebahan dan tidur bentaran, menebus bangun dini hari mengejar penerbangan pagi. Sesampainya di lobby langsung mengabari Kent dan dijawab begini;
"Hi, your room is just ready. You may take the key from mailbox and check-in now. Anything you can reach me in WhatsApp ya. Thank you."
Alhamdulillah, bunganya hati ini, kami langsung mengikuti petunjuk seperti pic yg dikirimkan si kiddos#1 yang bertugas menemukan kuncinya di dalam mail box. Dia merasa sedang bertualang mencari harta karun hehehe

Petunjuk yg sangat jelas yg di kirim Kent via whatsapp
Mailbox room tempat kunci di simpan, jadi gak perlu ketemu pemilik apartemen



Mail box lengkap dengan passcode, kuncinya di dalam

Ini mail box LTS Homestay, sangat membantu ketika kami membeli tiket Menara Petronas di Klook, yaitu tiket fisik dengan pengantaran ke hotel. Tiket dikirimkan dan hanya meletakkan dalam mail box sehari sebelum ke Menara Twin Tower. Cepat dan mudah. 
Tiket Petronas yg di masukkan ke mail box 
View from our room 24th floor
Kembali ke kamar apartemen kami yang terletak di lantai 24, begitu sampai di kamar. Rasa lelah langsung lenyap, menemukan kamar yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap, persediaan handuk dan bantalnya melimpah, kitchen setnya lengkap, piring dan mangkok standar IKEA, ada mesin cuci lengkap dengan jemurannya, eh lengkap dengan sabun dan detergennya. Hati emak sungguh bahagia. Anak-anak pun langsung pengen mandi di pancuran dan tempat mandi yang bisa di fungsikan seperti bak mandi. Wifi pun kenceng. Streaming lancar. Hamdulillah. Kantuk dan lelah yang tadi menghinggapi entah hilang kemana, mungkin karena bahagia mendapatkan tempat inap yang homey.

Bentar juga jumatan,  jadi stay di hotel sambil menunggu para lelaki ganteng menunaikan kewajiban di masjid dekat apartemen. Sepulangnya mereka menenteng makan siang yang di beli di depan mesjid. Semacam pasar kaget tiap jumat di depan  mesjid-mesjid seperti di negara kita. Harganya pun murah, mungkin semacam warteg lah kalau di sini. Sorenya kiddos nyebur di kolam renang lantai 6,  Ada 3 kolam dan di lantai yg sama ada gym, dan taman bermain.
Level 6 Swimmig pool dan Playground
Kiddos#1 dan #2 setiap hari nyemplung di sini

Tinggal di apartemen terasa lebih homey dan private. Biasanya sudah sepaket dengan mini market utk keperluan sehari-hari, fasilitas yang lengkap, dan nyaman, kalau boleh di kata senyaman tinggal di rumah. Emak pun bisa melakukan tugas RT sehari-hari. Mengenakan sandal jepit sebagai outfit naik turun lift untuk keluar nyari makan pun nyaman-nyaman saja. Tapi gak sampai dasteran juga sih seperti di rumah ehhehee.

Sibontot yg biasanya nempel sama emak pengen tidur sendiri
.
Selain tempat tidur utama dengan King size, ada dua tempat tidur queen, satu sofa bed dan kasur lipat satu seperti yang ditiduri si koddos#3 di atas, itu samacam kasur lipat yang kalau siang di fungsikan sebai tempat duduk  yang ketika di lipat bisa ada sandarannya. Kesimpulannya bisa muat banyak orang.  Kalau bareng keluarga emang paling pas deh. Berlima, berenam, bertujuh saya kira masih cukup banget. Intinya kami puas banget bisa menginap di sini, dan klau ada kesempatan kembali ke KL gak menutup kembali kembali ke sini. Berikut beberapa tampilan berantakan kamar kami, maafkan gak sempat futu2 banyak. Lupa...udah kadung bahagia...

Tempat tidur ke dua, sofa bed, dan kasur lipat. 

tempat favorit kiddos

Abaikan kondisi kamar berantakan, di fotonya setelah siap-siap mau check out, waktu checkin udah di serbu kiddos


No comments