Derawan yang selalu Menawan, hati siapapun pasti tertawan


Matahari lagi terik-teriknya ketika kami harus meninggalkan Pulau Maratua menuju Pulau Derawan, waktu tempuh kurang dari dua jam, terik yang menyilaukan mata membiaskan cahaya keperakan dari air laut yang mengombang ambingkan speedboat kami. Cuaca sedikit bersahabat waktu itu, tak ada ombak yang melompat-lompatkan speed kami seperti perjalanan sebelumnya. Tujuan kami selanjutnya ke Pulau Derawan...yeay!

Begitu speedboat kami merapat di dermaga Pulau Derawan. Kami langsung disambut oleh para ojekers pangkalan yang sudah menunggu, namun karena penginapan kami dekat, hanya butuh beberapa puluh langkah untuk sampai ke Resort Mirroliz Pelangi Derawan, maka kami cukup melempar senyum manis ke babang ojeks. Dari dermaga labuh, penginapan kami sangat mudah dikenali, karena resortnya berwarna warni, namanya juga resort pelangi.

Langsung lupa kalau sebenarnya lagi kerja, karena seketika hati tertawan, pengen berlama-lama disini, biasanya kalau kerja berharap sesegera mungkin cepat selesai dan langsung pulang. Tapi kali ini inginnya waktu melambat, karena Derawan sudah menawan hati.


Gate yang menyambut selepas dermaga

Sedihnya karena hanya sesaat disana. Hanya numpang tidur semalam. Langsung ngebatin dalam hati, must visit again! Derawan sangat layak di kunjungi, masukkan dalam list must visit once in your lifetime, kalau saya pribadi, kenapa harus balik lagi ke sini, alasannya karena ini:

1. Lautnya bening, serupa kristal ditimpa sinar matahari

Air di dekat penginapan saja bisa sejernih ini, jika lihat lebih dekat akan mudah menemukan ikan2 kecil berenang di sana
Meski gak bisa berenang, aku selalu jatuh cinta sama laut, begitu melihat airnya yang jernih dengan gradasi biru, dan hijau turquoise, mata langsung seger. Air lautnya sangat jernih, cukup duduk-duduk di tepi dermaga atau di atas boat kamu bisa melihat keindahan bawah lautnya dan ikan warna warni yang berlarian kesana kemari, dengan menaburkan remah-remah roti kamu akan mengundang mereka lebih banyak lagi. Air laut di sini bergradasi warna turquoise, biru kehijauan, dan biru pekat, tergantung kedalaman lautnya.  Untuk pertama kalinya saya mau nyemplung, snorkeling ala ala, ngeliat teman-teman yang lagi menanam kima di dasar laut.


Baca juga : Surga di Maratua




Ngeliat beginian, ademm banget rasanya

2. Pantainya berpasir putih


Berjalan-jalan di pantai berpasir putih dengan kaki telanjang, rasanya menyenangkan sekali, sesekali air pasang menjilati kaki-kaki kita, berkejaran dengan air laut, bahagia sekali. Sesederhana itu, mencipta bahagia.
Kontur pantainya landai dan pantainya putih bersih.  Pasir putihnya benar-benar putih, butirannya halus banget seperti tepung.

Baca juga : Pulau Gosong Sanggalau : Padang Pasir di tengah lautan

3. Enjoy The Sunset



Sunsetnya bikin terpana! Perpaduan pasir putihnya, coral, air laut, dan langitnya membentuk gradasi warna yang sangat indah. Duduk di dermaga, di resort atau dipinggir pantai menikmati golden sunset, semburat warna jingganya  pecah di udara. Pelukis Agung melukiskan dengan sangat indah, dengan background siluet perahu-perahu nelayan yang pulang ke peraduan. Perlahan langit mulai gelap karena matahari mulai tenggelam,  siapkan kamera terbaikmu untuk video atur mode time lapse atau langsung cekrek! Abadikan! Karena gak tiap hari kamu bisa kesini.

4. Sunrise yang indah

Bersiap menyambut pagi

Selain sunset, kamu bisa menyaksikan sunrise yang tak kalah indah, bangunlah dini hari, setelah sholat subuh, duduk menunggu matahari beranjak perlahan memberikan kehangatan setelah dingin yang menyergap, rasakan suasana sejuk yang tiba-tiba melingkupi, membebaskanmu dari rasa dingin peninggalan subuh yang menggigil, nikmati warna-warni kelabu berganti merah saga menguasai angkasa, sebentar lagi matahari siap memberi terang.

Terang menjelang

6. Penginapannya terjangkau

Kami menginap di Mirroliz Pelangi, bangunannya warna warni pelangi berdiri menjorok ke laut . Lokasinya di atas laut, sehingga paling pas untuk berburu sunset. Meski sejujurnya cukup terganggu dengan berbagai ornamennya yang cenderung noraemon.

Warna penginapan yang ngejreng jreng

Fasilitas kamarnya cukup memadai, tersedia king bed, sofa, kamar mandi dalam, TV, AC, serta beranda depan dan belakang. Kalau kamu suka nyanyi-nyanyi kamu bisa menyewa karaoke yang bisa disewa hingga larut malam. Kami memilih kamar VIP paling depan, di atas laut. Tidur ditemani bunyi ombak yang menepuk-nepuk tiang resort, dan setidaknya agak jauh dari suara bising orang yang betah menyanyi hingga larut malam dan merasa itulah suara terbaiknya tanpa tahu penghuninya cukup terganggu karenanya.

View dari jendela kamar kami
Tengah malam saya terbangun dengan suara gemuruh, ternyata ada badai, hujan deras dan angin kencang sekali, handuk yang di jemur di beranda luar terjatuh dan bergeser jauh diterbangkan angin, saya buka pintu menyelamatkan pakaian basah, dan hampir gak sanggup menutup pintu karena angin kencang sekali, so scary. Bayangan tsunami dll mulai menghantaui, saya sulit memejamkan mata setelahnya. Sementara teman saya tidur cukup nyenyak di samping saya.

Kembali tenang, seolah semalam tak ada badai
Keesokan paginya laut kembali tenang, badai hanya menyisakan basah di beranda, dan jemuran yang terpelanting jauh.  Alhamdulillah, sepatu kami aman karena dimasukkan di kamar sebelum tidur sehingga tak ikut kuyup bersama handuk malang itu. Oh iya, oleh pemilik resort kami diberi handuk baru.

Untuk kamar  VIP kami hanya membayar 500 ribu, mungkin karena weekdays. Bagusnya lagi, penginapan disini dekat dengan perkampungan penduduk, cari toko serba ada dan makanan tidak lah sulit dengan harga yang cukup terjangkau.


Menanti sunset disini adalah momen indah tak terlupakan

Warna warni ini mengingatkan pada warna warni cat sekolah TK:-)

Mirrorliz Pelangi di malam hari

7. Diving & Snorkeling


Percayalah, ini hanya kebanyakan gaya hahaha..aslinya takut nyemplung

Googling dan temukan alasan orang-orang ke Derawan, umumnya untuk menikmati keindahan bawah laut, yang kata orang Maldives mah lewat. Kamu bisa menemukan banyak referensi di sana,  ombak di pantai Derawan yang tenang pas untuk kegiatan penyelaman, sementara  saya gak bisa bercerita banyak karena saya hanya snorkeling itupun bukan di spot diving or snorkeling tapi di lokasi kerja teman-teman kami, mereka menjaga alam tetap lestari dan seimbang termasuk menjaga keberlangsungan hidup kima dengan membuat kebun kima di bawah sana, setiap saat mereka memantau dan memastikan mereka tumbuh dengan baik.

dan akupun terbujuk, berhasil nyemplung itu prestasi:-)
Peralatan diving yang siap pakai

8. Wisata Kuliner 

Soal makanan di Pulau  Derawan tak perlu takut, karena tersedia banyak restoran yang pastinya menu utamanya adalah seafood. Karena dekat dengan perkampungan jadi tidak sulit menemukan tempat makan di Derawan. 



Itu hanya beberapa poin penting kenapa harus ke Derawan, banyak lagi sebenarnya termasuk melihat penangkaran penyu hijau, yang tak sempat kami kunjungi. Next time, masukkan dalam list mau kemana aja di sini, nanti!

Sebagai pengganti,  kami bergabung dengan tim pemburu hiu. Ba'da subuh, kami bergerak dengan niat ingin melihat hiu, namun hanya bisa menunggu di keramba, hiu-nya malu-malu meski kami sudah memancingnya untuk keluar. Belum rejeki. Tak mengapa, itu artinya wajib kemari lagi (menghibur diri).

Gagal menemukan hiu, meski subuh2 sudah bergegas ke spot2 hiu

Cukup terhibur dengan kawanan burung2 pencari ikan ini...dari kejauhan matahari perlahan naik, pagi menjelang

Gagal bertemu hiu, balik lagi ke penginapan, packing dan siap-siap pulang:-(. Kami menyusuri pulau mencari toko souvenir, mungkin ada yang menarik. Kami menemukan salah satu toko souvenir yang  menjual berbagai macam kerajinan tangan yang unik, ada yang terbuat dari akar bahari, cangkang penyu, cangkang kerang, bintang laut.

Pulau kecil ini bisa di kelilingi dengan mengayuh sepeda, atau rasakan sensasi naik banana boat yang ditarik dengan speedboat kecepatan tinggi. Wuihh pasti seruu...wajib dicoba kalau kesini lagi.


Salah satu Diving centre tempat penyewaan perlengkapan snorkeling dan diving

Spot-spot diving map

Akan merindukan tempat ini, semoga berkesempatan kesini lagi.

Selesai sudah petualangan singkat di Derawan, hanya dua hari, dan itu sungguh kurang, hanya menyentuh kulit arinya saja. Tapi malah makin membuat penasaran ingin kembali dan menyelami lebih dalam lagi. Derawan tunggu aku!! I'll be back soon!!!



No comments