Pulau Gosong Sanggalau : Padang Pasir di tengah lautan

Siap menggosong di pulau gosong? Yuk siapkan sun blockmu, pake topi atau jilbab, dan jangan lupa sunglasses, selain membuatmu makin keren juga untuk menghalau sinar matahari yang lagi silau-silaunya. Ada sensasi sendiri berada di atas pulau pasir ini, kita seolah-olah terdampar disebuah pulau tak berpenghuni.

Ada berapa banyak pulau gosong di Indonesia? Banyak!!! Pulau Pasir di Belitung, Pulau Harapan di Kepulauan Seribu, Pulau Bunging di Takabonerate dan masih banyak lagi.  Coba sebutkan yang kamu tahu. Daan,  kali ini karena kita masih main-main di kepulauan Derawan, rasanya ada yang kurang kalau kita gak mampir selfie syantik di Padang Pasir Sanggalau, aka pulau Gosong (baca: Gusung) aka pulau Botak atau apapun namanya itu. Yuk selfie syantik di marih!

Pulau pasir yang siap menggosongkan kulitmu
Pulau gosong itu apa sih kenapa juga ada gundukan pasir tiba-tiba nyembul di tengah laut? Ini kata wikipedia tentang pulau ini:
"Gosong pasir, atau gosong saja, adalah bentukan daratan yang terkurung atau menjorok pada suatu perairan, biasanya terbentuk dari pasir, geluh, dan atau kerikil. Bentukan geografi ini terjadi akibat adanya aliran dangkal dan sempit sehingga memungkinkan pengendapan material ringan dan mengarah pada pendangkalan tubuh air. Gosong dapat terbentuk di laut maupun danau. Daerah muara dan perairan dangkal, seperti pantai-pantai di Laut Jawa, banyak memiliki gosong. Ukuran gosong, yang biasanya memanjang, dapat beberapa meter hingga ratusan kilometer, membentuk "penghalang" pantai. Gosong dapat tenggelam bila terjadi pasang naik dan membahayakan pelayaran."
Pulau pasir ini dapat terlihat jika air laut sedang surut. Kalau pasang, pulau ini akan ikut tenggelam. Tiap daerah, sebutan untuk pulau pasir ini pun beda-beda. Seperti di Taka Bonerate, Sulawesi Selatan, pulau ini disebut Pulau Bungin (baca: bunging). Nah, di Derawan, Kalimantan Timur ini, pulau serupa dinamakan Pulau Gosong (baca: Gusung).

Baca juga : Surga di Maratua


Kesini memang demi kepentingan foto
Lalu apa pesonanya? Pasir putih yang menyatu dengan lautan, seolah-olah fatamorgana. Kita dapat memandang laut 360 derajat tanpa pepohonan atau apapun yang menghalangi pandangan mata, konsekuensinya adalah siap menggosong, tak ada tempat berteduh, hanya kamu dan gundukan pasir. Buyarr dah kekuatan skin care.

Bebaskan ekspresimu, tak sanggup lagi melompat tinggi, kalah sama tumpukan lemak
Cukup 15-20 menit naik speed boat untuk sampai ke Pulau Pasir dari Pulau Derawan. Sehari sebelumnya, setelah snorkeling, kami menyempatkan mampir disini, cuma karena airnya lagi pasang pulaunya jadi terputus menjadi beberapa gundukan. Masih penasaran karena lihat hasil foto-foto  di google  kok kayaknya beda.  Kata guide, datanglah pas surut, di waktu pagi jelang siang.

Jadilah selama disana kami dua kali ke pulau gusung Sanggalau. Pertama bersama rombongan, sehabis snorkeling, dengan pakaian basah yang masih lengket di badan, jadinya pasir pun nempel dengan mudahnya. Lalu kali kedua, keesokan harinya, saat saya dan salah seorang teman sudah harus pulang ke Berau mengejar pesawat siang. Kami memilih lewat  Tanjung Batu, dan lewat jalur darah 1-2 jam ke bandara. Hanya 20 menitdi sini, kami mewajibkan diri mampir karena gak puas dengan jepretan foto-foto kemaren. Meski harus menantang matahari yang lagi terik-teriknya. Aku rela...sungguh rela:-)

15-20 menit dengan speed untuk sampai dipulau ini

Pertama kesini pulaunya terpisah karena air lagi pasang, harusnya nyambung sama gundukan pasir yang tampak di kejauhan
Bersama tim di kunjungan pertama

Saat surut pulau pasirnya jadi nyambung
Selayaknya Pulau Gosong lainnya pulau Sanggalau pun sering berubah-ubah bentuk tergantung arus laut. Kali kedua kami datang Pulau Gusung Sanggalau berupa tumpukan pasir yang bersih yang memanjang dan cukup luas seperti gurun pasir.  Kami hanya berlarian mengelilingi pulau, memanggil jiwa kanak-kanak kami hadir. Bahagia sesederhana itu. 

Dan cukup foto-foto berikut yang bicara, hanya menggunakan kamera hp dengan skill foto yang amatir.

Pasir putih menyatu dengan laut seperti fatamorgana


Berani menantang matahari, saya sih yess...


Kelakuan emak-emak emang kadang-kadang yah:-)

Kami yang terdampar, menunggu pangeran datang menyelamatkan hahaha

Pulau Derawan di ujung sana, hanya15 menit untuk nyebrang kesini

Hanya titik di luasan padang pasir 



No comments